oleh

10 Kejadian Warnai Momen Lebaran

RadarGorontalo.com – Terhitung sejak 1 Syawal 1437 H atau Rabu (06/07) hingga Minggu (10/07), tercatat 10 kejadian. Mulai dari kecelakaan lalulintas, pengrusakan, kebakaran, pengancaman, penganiayaan, tabrak lari hingga percobaan bunuh diri.

Berbagai peristiwa ini, terjadi di empat daerah diantaranya Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Rentetan kejadian tersebut terjadi selama lebaran, dan didominasi terjadi di Kota Gorontalo. Yang belum lama ini dinobatkan, menjadi wilayah aman gangguan Kamtibmas 2016, oleh Polda Gorontalo.

Yang menjadi korban, ada yang masih bocah duduk dibangku Sekolah Dasar, hingga remaja belasan tahun dan orang dewasa. Untuk pelaku tindak kriminal, diantaranya mulai yang berusia remaja hingga dewasa, dengan status yang berbeda-beda, dari mahasiswa hingga karyawan swasta.

Dari data yang berhasil dihimpun Radar Gorontalo melalui Humas Polda Gorontalo, ada dua bocah masing-masing berusia 5 dan 8 Tahun dan empat remaja berusia 16 hingga 19 tahun. Untuk pelaku yang terlibat rentetan kasus tersebut, berjumlah 13 orang, yang rata-rata sudah dewasa.

Pada kasus Lakalantas, terdapat empat kejadian, penganiayaan dan pengrusakan masing-masing satu pelaku, dan sisanya pelaku pengancaman ada empat orang. Serta korban musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Siendeng, serta percobaan bunuh diri yang dilakukan warga Kelurahan Heledulaa.

Kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S Bagus Santoso SIK, tindak kriminal yang terjadi sejak awal lebaran hingga hari ke dua lebaran itu, terjadi dengan selang waktu yang pendek dalam sehari. Sehingga Kabid Humas berharap, dari rentetan kejadian tersebut masyarakat lebih waspada dalam beraktivitas, apalagi dalam berkendara, agar menaati aturan lalulintas.

Karena menurutnya, kejadian yang tidak dialami korban dan pelaku tersebut, dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat lain. “Kita tinggal di Negara hukum, sehingga itu saya mengimbau agar masyarakat senantiasai menaati hukum dan aturan yang ada. Karena aturan yang telah diterbitkan negara, bertujuan untuk masa depan masyarakat.

Khusus pengendara motor atau mobil, agar menaati aturan lalulintas yang benar. Dan menjadi pelopor keselamatan bagi pengendara lain, tindak kecelakaan lalulintas itu terjadi, semata-mata kelalaian dari pengendara sendiri, yang tidak teratur dalam berkendara,”terang Kabid Humas. (rg-62)


Jangan Lewatkan

Komentar