oleh

11 Tahun Bertahan Tarif Lama, PDAM Usulkan Naik 65 Persen

-Gorontalo, Headline-199 Pengunjung

RGOL.ID – Gorontalo, Tarif PDAM Harus Naik. Tarif PDAM akhirnya harus naik setelah 11 tahun bertahan di angka Rp2.500. Sementara harga bensin sudah mengalami kenaikan 3 kali dari Rp4.500 naik ke Rp5.500 dan sekarang Rp6.450.

Lebih dari itu, harga tarif listrik dolongan R1 tahun 2008 Rp530, 2013 Rp629 dan 2017 Rp 791 dan Rp1.034. Padahal Peraturan Kementerian Dalam Negeri nomor 71 tahun 2016 mengatakan Kepala Daerah menetapkan tarif air minum paling lambat Bulan November setiap tahun.

Tetapi tarif PDAM sampai sekaran masih mengacu pada tarif tahun 2008. Lalu bagaimana PDAM mampu bertahan selama ini? Sepertinya terobosan-terobosan yang dilakukan Direktur PDAM selama ini meski bisa membuat PDAM masih tegak berdiri, namun sejak 2018 lalu sudah mulai goyah, makanya Isman mulai mengusulkan penyesuian tarif.

Ini cara satu-satunya yang bisa dilakukan PDAM untuk menghadapi inflasi yang terus mengancam. Dalam rapat yang dipimpin oleh Wawali kemarin, ada beberapa tarif yang diajukan PDAM, pertama Rp4.000 /M3 atau naik 60 persen, tarif kedua Rp4.135 /M3 atau naik 65 persen, dan terakhir adalah Rp4.250 atau naik 70 persen.

Namun dari 3 tarif yang paling aman adalah usulan ke dua yakni naik menjadi Rp4.135. Tarif ini sudah bisa membuat PDAM benafas legah. Sebab jika mengacu pada tarif pertama yakni Rp4.000, maka angka ini tidak akan membuat PDAM keluar dari krisis.

“Saya mengusulkan kenaikan sebesar Rp4.135 atau 65 persen,” ujarnya. Dihubungi tadi malam di Jakarta, Direktur PDAM mengatakan pihaknya sudah mengusulkan kenaikan itu sejak 2018 silam.

Terobosan yang dilakukannya selama ini seperti melakukan efisiensi di semua lini, termasuk mengatasi semua kebocoran-kebocoran sudah sangat maksimal, dan upaya-upaya yang dilakukan selama ini tidak lagi cukup ampuh untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, seperti biaya pemeliharaan, juga meningkatnya biaya produksi akibat pemakaian bahan kimia. Untuk 1 IPA saja menelan biaya antara Rp500 miliar sampai Rp1,5 miliar, sementara di PDAM ada 6 IPA.

Sementara itu Dewan Pengawas PDAM, Totok Bachtiar mengatakan, dari 3 tarif yang diusulkan PDAM belum ditetapkan oleh Walikota, karena masih harus dipelajari lagi, mana dari 3 tarif tersebut yang akan ditetapkan. Selain itu, Walikota akan mensosialisasikan dulu pada rakyat dan minta pendapat mereka, tetapi yang pasti penyesuian tarif ini harus dilaksanakan. (wal-46)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.