oleh

2 JCH Asal Kabgor Sakit

Rombongan 8 pimpinan Farid Babuta sudah tiba di Kota Mekkah dan telah melaksanakan ibadah Umroh wajib
Rombongan 8 pimpinan Farid Babuta sudah tiba di Kota Mekkah dan telah melaksanakan ibadah Umroh wajib

Kloter 18 Sudah Tiba di Mekkah

RadarGorontalo.com – 455 Jemaah calon haji (JCH) asal Gorontalo yang tergabung dalam kloter 18 sudah tiba di Makkah. Dan mulai menjalankan umroh wajib. Sayang, ada kabar tak menggembirakan dari Jamaah asal Kabupaten Gorontalo, yang dilaporkan ada dua yang sakit setibanya di Maktab.

Kamis (21/8) sore waktu Arab Saudi, Salah seorang anggota pembimbing dan Pengawas Haji Daerah (TPHD) Farid Babuta melaporkan, Sebanyak 63 jamaah calon haji (JCH) asal Kabgor yang tergabung pada kelompok terbang I8 sudah tiba Mekkah Al Mukarromah tepat pukul 10.15 pagi waktu Arab. Dan tiba di Maktab pukul 16.00 dan langsung melaksanakan umroh wajib. Tapi Tim pembimbing dan Pengawas Haji Daerah (TPHD).

Farid Babuta via telepon seluler, Kamis (31/08) sore waktu Arab Saudi melaporkan, Alhamdulillah kami semua sudah sampai di Mekkah dan sekarang sudah masuk ke hotel, dimana 2 orang jamaah belum sempat melaksanakan umroh wajib karena kecapean karena faktor umur. Saat ini pun kami dibimbing untuk melaksanakan umroh wajib yang masuk dalam rangkaian ibadah haji Tamattu. Suhu di Masjidil haram berkisar 43 derajat Celsius. Memang tidak semuanya, bagi yang lelah dan sakit apalagi yang menggunakan kursi roda baru mulai melaksanakan umroh mungkin besok pagi,” kata Farid lagi. Sementara itu dihubungi via WhatApss semalam, Farid ketua rombongan 8 mengatakan jarak dari penginapan dengan Masjidil Haram tidak begitu jauh. “Jarak dari Hotel dengan Masjidil Haram tidak begitu jauh. Untuk ke Masjidil Haram kami disediakan tranportasi berupa Bis. Setiap 15 menit sekali, Bis siap mengantarkan JCH ke Masjidil Haram,”terang Farid. “Sedangkan suhu udara berkisar 42-43 derajat celcius. Mohon doanya semoga semua rukun dan wajib haji dapat kami laksanakan dengan baik,”tulis Farid di akun WhatApss miliknya.

Sementara itu, dari Jawa Pos melaporkan, sepekan menjelang puncak haji panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi mulai memantau persiapan di Arafah. Sekitar 40 persen fasilitas sudah terpasang. Tinggal peralatan kesehatan yang belum dikirim karena harus menunggu izin dari pemerintah Saudi.

rabu (30/08) , tim yang melakukan pemantauan adalah satgas Arafah. Satgas tersebut dibentuk dari PPIH daerah kerja airport yang pada puncak haji nanti tak memiliki aktivitas di bandara. Nantinya, Jamaah asal Indonesia akan menempati 52 Maktab di Arafah. Masing-masing Maktab berisi 7 kloter atau sekitar 3000 jamaah. Tiap sembilan maktab, dijaga petugas sektor yang berjumlah 40 orang. (rg-31/jpg)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar