Kedua tersangka saat digiring menuju mobil tahanan.

RadarGorontalo.com – Kejaksaan Negeri Boalemo resmi melakukan penahanan terhadap dua Pengurus Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Madiri (PNPM) Kecamatan Dulupi. Keduanya digiring ke Lapas Boalemo setelah terseret kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan jalan Tasirtu, Talud, Plat Duicker yang berlokasi di Desa Tabongo dan pembangunan jembatan beton di Desa Tangga Barito Kecamatan Dulupi.

Dua tersengka itu antara lain Bendahara TPK PNPM Kecamatan Dulupi inisial MH (28) dan ketua TPK PNPM Dulupi RA (41), kedua warga asal Kecamatan Dulupi tersebut diduga terlibat tindak pidana korupsi pada dua pekerjaan proyek jalan, dueker, talud dan jembatan di Kecamatan Dulupi 2014 yang dibagi menjadi dua paket. Paket pertama sejumlah Rp 1.152.568.000 dan paket kedua Rp 566.947.750 dengan mekanisme sewakelola. Sebagai ketua dan Bendaahara TPK, kedua tersangka diduga melanggar Petunjuk Teknis Operasional (PTO) serta progres pekerjaan tidak sesuai dengan peruntukannya. Dengan demikian terjadi kerugian keuangan negara Rp 302 Juta berdasarkan audit BPKP.

Pemeriksaan dilakukan terhadap kedua tersangka pada Kamis (29/12). keduanya diperiksa secara maraton diruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tilamuta. Setelah diperiksa selama beberapa jam akhirnya kedua tersangka langsung digiring menuju mobil tahanan kejaksaan untuk kemudian diamankan di Lapas Boalemo.

Kepala Kejaksaan Negeri Tilamuta Hj. Sudiana Sanggaji, SH.MH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) M. Rachmadhani,SH mengatakan bahwa pihaknya melakukan penahanan kepada tersangka terlibat kasus dugaan korupsi pekerjaan proyek jalan, jembatan, dueker dan talud di Kecamatan Dulupi.”Kami melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari kedepan, dan dalam waktu dekat berkas perkara akan diserahkan ke Pengadilan Tipikor Gorontalo. Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 jo pasal 18 ayat 1,2 dan 3 Undang – Undang no 31 tahun 1999 jo Undang – Undang no 20 tahun tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dnegan ancaman maksimal 20 tahun penjara minimal 1 tahun pejara. Tidak menutup kemungkinan dalam pengembangan kasus tersebut akan mengungkap pihak – pihak lain yang terlibat didalamnya,” ungkapnya. (RG-59)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.