oleh

2 Profesor Bertemu Bahas Pengembangan Pertanian IFS untuk Daerah

-rgol.id-370 Pengunjung

RGOL. ID. GORONTALO – Pengembangan sektor pertanian terus menjadi perhatian pemerintah disamping pengembangan lainnya.

Hal itu terlihat dari pertemuan Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, dengan Rektor IPB (Institut Pertanian Bogor) Prof. Arif Satria di Bogor.

Prof. Nelson tak sendiri, beliau didampingi Staf khusus bidang investasi Teddy SK. Neu dan Ivan Taslim bidang lingkungan mitigasi bencana.

Pertemuan itu sangat potensial sebagai bahan peningkatan industri pengembangan pertanian daerah dimasa depan.

Bupati melalui staf khusus Teddy SK. Neu mengatakan pertemuan pagi itu sangat potensial dalam rangka pengembangan dunia pertanian, dunia peternakan daerah.

Sebab nanti akan ada kerjasama-kerjasama yang akan kita bangun guna mengembangkan hal tersebut.

“Jadi banyak hal positif yang akan tercapai dari pertemuan itu dalam rangka mengembangkan dunia pertanian didaerah. Bukan hanya itu, lingkup peternakan dan perikanan juga akan bisa dikembangkan dari pertemuan ini,” tukas Teddy.

Jamuan makan bersama Rektor IPB, Prof. Aris Satria dengan Prof. Nelson, Bupati Gorontalo. (Foto:dok)

Prof. Arif Satria yang juga merupakan ketua forum rektor Indonesia ini menyambut baik kunjungan Bupati Gorontalo Prof. Nelson.

Sebab satu keuntungan bagi daerah dimana membahas kelangsungan ekonomi daerah pastinya tergantung dari pertemuan pertemuan seperti itu.

Betapa mengembangkan sentra industri 3 hal itu tentunya harus membutuhkan perhatian mulai dari hulu hingga hilir.

” IPB dalam hal ini siap mendukung Kabupaten Gorontalo dalam mengembangkan hal hal tadi,” urainya.

Selanjut Staf ahli Bupati Ivan Taslim mewakili Bupati menambahkan, penjajakan ini merupakan bentuk kerjasama antara Pemerintah di sektor pertanian terpadu (Integrated Farming System).

Bukan hanya itu saja, perencanaan dan pengembangan potensi desa berbasis spasial hingga pengembangan masyarakat di daerah gorontalo juga menjadi topik pembahasan.

“Sebagai Rektor IPB, mereka akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabgor untuk perencanaan potensi desa dengan pengembangan masyarakat.” Tandasnya.

Seperti komoditi jagung yang diolah menjadi makanan siap saji yang lebih menarik, dan dapat dikembangkan oleh masyarakat lewat UMKM ataupun Bumdes, tutup Ivan Taslim. (Qn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.