Advertisements
Hari Ini

    Jembatan GORR Segmen I Bermasalah

    Image
    Kunjungan reses tim dapil Kabgor IV Boliyohuto cs, di salah satu lokasi pembangunan jembatan di dapilnya
    Kunjungan reses tim dapil Kabgor IV Boliyohuto cs, di salah satu lokasi pembangunan jembatan di dapilnya

    Jembatan Pelehu 100 Persen Selesai 

    RadarGorontalo.com – Tim reses daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) IV atau Boliyohuto cs, melakoni agenda resesnya secara berkelompok, dipimpin langsung Ketua Timnya, Sun Biki, pada sejumlah titik, kemarin. Dua diantaranya yang menarik, terkait pembangunan 2 jembatan yang didanai dengan anggaran APBN, masing-masing jembatan Pelehu yang bernilai sekitar Rp 9 Miliar, dan sejumlah paket pembangunan jembatan pada segmen 1 pembangunan jembatan untuk rangkaian mega proyek Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang total nilainya sebesar Rp 41 Miliar. Dimana, progres atau hasil dari pekerjaan infrastrukturnya masing-masing, menuai sikap beragam dari tim reses di dapil Boliyohuto tersebut. Yakni, untuk jembatan Pelehu, tim reses mengaku cukup berbangga hati, karena progres pekerjaannya telah rampung 100 persen. “Perampungan 100 persen, dalam artian hanya konstruksi jembatannya saja. Belum termasuk jalan aspal yang akan melewati jembatan tersebut. Tetapi, itu sudah sesuai kontrak pekerjaannya. Dalam artian, untuk pengaspalan jalan di jembatan tersebut, nantinya masuk atau include dalam kontrak pekerjaan jalannya. Alhamdulillah, bagus. Kami cukup puas”.

    Setelah dari jembatan Palehu, hal berbeda ditemui oleh jajaran tim reses dapil IV Boliyohuto di sejumlah paket pekerjaan jembatan untuk segmen 1 GORR, yang berlokasi di Botumoputi. Dimana, dari peninjauan tersebut, dapil IV Boliyohuto cs, menemukan ada jembatan yang geleher atau badan dari jembatan tersebut, dibangun begitu rendah dengan sungai. Sehingga, menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Apa sebab, dengan badan sungai yang begitu dekat dengan aliran sungai, justru hanya akan menyebabkan banjir di daerah pemukiman sekitarnya, yang dihuni tidak kurang dari 300 Kepala Keluarga (KK). Hal ini diduga oleh tim reses, jika dibangun badan jembatan yang agak tinggi dari dasar sungai, akan menyebabkan pembangunan jembatan menjadi panjang. Yang turut berakibat pada besaran anggaran yang ditimbulkan. Sebaliknya, dengan badan jembatan yang pendek dari dasar sungai, panjang jembatan akan lebih mengecil, sehingga terjadi efisiensi anggaran pembangunannya.

    Olehnya, kata Sun Biki, terkait pembangunan jembatan, yang badan jembatannya begitu rendah dengan dasar sungai, dan dikeluhkan masyarakat sekitar akan rawan menimbulkan banjir, karena aliran air yang meluap bisa tertahan di jembatan itu, pihaknya akan segera menindaklanjutinya, dengan menggelar rapat gabungan, bersama masyarakat, dan balai jalan, berikut instansi terkait. “Kita akan menggelar rapat, dan mempertemukan mereka, masyarakat dan instansi terkait, penanggungjawab dari proyek jembatan di segmen 1 GORR Botumoputi itu, sekaligus mengklarifikasi mengapa jembatan tersebut dibangun sedemikian rupa, berikut mencarikan solusi untuk pembenahannya. Insya Allah, pada pekan depan, begitu masa reses berakhir,” jelas Sun Biki. (ay1/rg)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Tinggalkan Balasan