• Home
  • Headline
  • Pasca Pilgub, Kader Golkar Desak Berlakukan Reward dan Punishment

Pasca Pilgub, Kader Golkar Desak Berlakukan Reward dan Punishment

Image
Kampanye NKRI pada pilgub 2017
Kampanye NKRI pada pilgub 2017

RadarGorontalo.com – Dinamika politik pasca Pilgub tahun 2017, rupanya belum juga usai, jika sebelumnya “perang” terjadi antar parpol, timses dan pasangan calon, kini “manuver” terjadi diinternal parpol. Rano Rahmola Tanaiyo, wakil ketua bidang OKK DPD partai Golkar kabupaten Gorontalo Utara, ketika menghubungi Radar Gorontalo ini menyuarakan desakan kepada pimpinan partai Golkar baik ditingkat provinsi maupun ditingkat pusat, agar dapat tegas memberikan penghargaan dan sanksi kepada kader yang berprestasi maupun yang melakukan pelanggaran terhadap perintah partai saat pilkada baru-baru ini, misalnya sikap Fadel Muhammad anggota FPG DPR-RI yang terang-terangan tidak mengamankan calon dari partai Golkar, kader seperti ini patut dilakukan pemecatan, sebab tidak ada tempat yang layak bagi seorang penghianat partai ditubuh Golkar.

Termasuk beberapa anggota FPG provinsi/kab/kota yang perolehan suara tidak sesuai target yang ditugaskan, jika ini tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan alasan yang rasional, maka saya kira ini perlu untuk diseriusi juga namun tetap disesuai dengan ketentuan AD/ART dan ketentuan peraturanlainnya di internal Partai Golkar.

Juga terkait dengan prestasi DPD partai Golkar kab/kota kami mendesak agar diberikan penghargaan, misalnya seperti ketua DPD Partai golkar Kota Gorontalo, pantas utk dicalonkan kembali sebagi calon walikota, termasuk Syarif Mbuinga Ketua Golkar Pohuwato, dan terutam ketua DPD Partai Golkar Gorontalo Utara, Thomas Mopili yang meraih perolehan suara tertinggi sebesar 70% lebih, beliau layak dicalonkan kembali sebagai calon Bupati Gorut periode kedepan, sebab ini bukti keseriusan beliau menjaga kejayaan partai Golkar diwilayah utara Gorontalo.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie, melalui juru bicaranya, Ghalieb Lahidjun, ketika dimintakan tanggapan terkait hal ini, menjelaskan bahwa, memang benar ada penandatanganan fakta integritas yang dilakukan oleh seluruh anggota FPG provinsi/kab/kota dalam rangka pemenangan Pilgub, berkaitan dengan terget-tergat perolehan suara dimasing-masing wilayah penugasan. Namun kepemimpinan Rusli Habibie, selama ini sangat demokratis dan aspiratif sehingga semua saran dan masukan kader seperti ini pasti akan kita tampung dan bahas dalam pertemuan pertemuan formal organisasi, namun tentunya sebagai organisasi modern kita harus senantiasa taat azas sehingga segala keputusan dan kebijakan organisasi harus benar-benar konstitusional. Saat ini kita masih tetap fokus dalam upaya pengawalan suara sampai pada penetapan gub/wagub nanti. (rg-50)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

ads
Image Not Found
Image Not Found
sosialisasi tahapan pilkada kpu bonebolango
Image Not Found
ads