Advertisements
abd karim aljufrie
  • Home
  • Politik
  • Video Eksploitasi Pemilih Pemula Merebak, Bawaslu Angkat Bicara…

Video Eksploitasi Pemilih Pemula Merebak, Bawaslu Angkat Bicara…

Image
para siswa yang ada pada video tersebut
para siswa yang ada pada video tersebut

RadarGorontalo.com – Video dugaan eksploitasi atau pemanfaatan secara sewenang-wenang, mengajak kaum pemilih tertentu yang tidak pada tempatnya, menjadi viral di media sosial atau merebak di masyarakat umum, yang diduga dilakukan salah satu tim pemenangan pasangan calon di Pilgub Gorontalo. Dimana, dalam video yang berdurasi kurang lebih 1 menit 10 detik itu, terlihat kalangan siswa SMA dari sebuah sekolah di Kota Gorontalo, berkumpul, untuk menyanyikan secara plesetan, atau merubah sebuah lirik lagu, yang identik dengan mendukung nomor urut dari salah pasangan calon di Pilgub tersebut.

Tak heran, dengan merebaknya video dugaan meng-eksploitasi kalangan pemilih pemula atau dari para siswa putih abu-abu ini, menuai kecaman dari sejumlah kalangan dan ragam elit tokoh politik di provinsi Gorontalo. “Bawaslu harus tegas, memproses kejadian ini. Karena, sudah terang-terangan melanggar aturan Pilkada. Terlebih diduga kejadiannya dilakukan di sebuah sekolah, yang nyata-nyata sangat dilarang dalam aturan, melakukan kampanye di sekolah-sekolah,” ungkap mereka.

Menyikapi hal ini, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Siti Haslina Said dan anggota Komisioner Bawaslu lainnya, Arijadi, yang dikonfirmasi RADAR Gorontalo minggu (05/02), mengaku sudah menerima laporan, terkait telah beredar video dugaan meng-eksploitasi kaum pemilih pemula di tingkat SMA, yang diduga dilakukan langsung di kawasan salah satu sekolah di Kota Gorontalo tersebut. “Kami sudah mengetahui dan menerima laporan akan beredarnya video tersebut. Dan saat ini, dugaan kasus akan video tersebut, telah kami dalami dan kaji pengumpulan bukti-bukti dan data pendukungnya, untuk kami tindaklanjuti,” ungkap Haslina. “Pada intinya, kami tidak akan membiarkan kasus ini, berlalu begitu saja. Atau, akan kami proses, sesuai mekanisme dan aturan yang ada.” tegas dia.

Ditanya, akan dugaan pelanggaran yang ditemukan dalam video tersebut? Haslina belum bisa membeberkannya secara detail. Namun dari bentuk fisik tayangan video tersebut, Haslina tidak membantah, ada dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Olehnya, tahapannya saat ini, kita masih lakukan pengumpulan data-data dan bukti-bukti tambahan. Dimana, nantinya, jika terbukti ada dugaan meng-eksploitasi kaum pemilih bukan pada tempatnya, terlebih dilakukan dikawasan sekolah, kita akan menjerat pelakunya, sesuai aturan yang berlaku di pengawasan Pilkada. Bisa pelanggaran administrasi, pidana, kode etik, dan pelanggaran yang dilakukan ASN.

Untuk kita rekomendasikan ke instansi-instansi terkait, seperti ke pimpinan pemerintah daerah setempat, dan sebagainya,” jelas dia.
Ditanya, jika terbukti, apakah hal itu berpengaruh pada pemberlakuan sanksi terhadap pasangan calon tersebut? “Kami tidak mau berandai-andai. Karena, saat ini, terkait video tersebut, tengah dalam proses awal penguatan data dan bukti-bukti pendukungnya, oleh tim kami di Bawaslu. Kita tunggu perkembangannya lebih lanjut,” pungkas komisioner Bawaslu Provinsi, 2 periode ini.(rg-28)

video dugaan eksploitasi pemilih SMA di salah satu sekolah di Kota Gorontalo, yang merebak luas di masyarakat, sejak pekan lalu. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan