Advertisements
Hari Ini
    • Home
    • Headline
    • Menang di Pilwako, Harus Seimbang Selatan – Barat

    Menang di Pilwako, Harus Seimbang Selatan – Barat

    Image
    pilkada serentak 2018

    Pengaruh Keterwakilan Wilayah 

    RadrGorontalo.com – Sejak pemilihan kepala daerah secara langsung, sudah terjadi perkawinan antara kader dari Wilayah Barat dan Selatan. Lihat saja ketika Adhan Dambea jadi Walikota, Wakilnya adalah Feriyanto Mayulu dari Wilayah Selatan, sementara Adhan dari Wilayah Barat.

    Demikian juga dengan Marten Taha, Wakilnya dari Kota Selatan. Artinya dua Walikota Gorontalo di era reformasi berasal dari Wilayah Barat. Ini pula yang harus diperhatikan para Cawali, kalau dia berasal dari Kota Selatan, maka dia harus mencari Wakil dari Kota Barat.
    Begitu pula sebaliknya. Dulu dua wilayah ini bersaing berat. Dungingi, Sipatana, Kota Tengah dianggap sebagai Wilayah Barat. Begitu pula dengan Kota Selatan, Dumbo Raya, Kota Timur bahkan Kota Utara dianggap bagian dari Kota Selatan.

    Konon, Feriyanto Mayulu kalah karena melupakan faktor wilayah tadi, karena pasangannya juga dari Kota Selatan. Ketika itu AW Talib memilih pasangannya dari Kota Selatan. Adhan juga demikian dan Marten juga menggandeng Budi dari Kota Selatan. Hanya Feriyanto Mayulu dan Abdurahman Bahmid sama – sama dari Kota Selatan. Marten Taha punya 3 calon pendamping dua diantaranya dari Wilayah Kota Selatan, yakni Lola Junus dan Fedriyanto Koniyo.

    Sementara Syarifudin Mosii bisa dianggap dari Kota Selatan dan kalau Wakilnya adalah Rifai Bukusu, maka inilah pasangan Selatan Barat. Sementara Budi Doku yang digadang – gadang akan berpasangan dengan Rama Datau, maka Budi harus mencari tokoh dari Kota Barat untuk menjadi Ketua Tim Sukses. (rg-51)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Tinggalkan Balasan