Advertisements

Anis – Sandi Menang, Gorontalo Bergembira

Image
Anies - Sandi
Anies – Sandi

RadarGorontalo.com – Eforia kemenangan Anis Baswedan – Sandiaga Uno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, tak cuma dirasakan warga Jakarta, tapi juga warga Gorontalo. Seharian, hampir semua televisi disetel khusus chanel yang menyiarkan soal pilkada Jakarta. Sedangkan para politisi, sibuk membahas strategi yang dijalankan pasangan itu, hingga menumbangkan Ahok yang notabene adalah petahana.

Pilkada Jakarta, memang sangat menarik untuk diikuti. Tak cuma soal pertarungan partai besar, atau petarungan petahana dan penantang, tapi lebih dari itu hasil pilkada Jakarta, akan memberi pembelajaran tentang strategi politik di Pilkada. Lihat bagaimana, pasangan Anis – Sandi yang bisa dikata kurang populer, tapi kemudian bisa memberikan kejutan besar di hasil akhir. Dan strategi itulah yang harus dipelajari.

Lain lagi bagi masyarakat umum. Mereka justru mengeluk-elukkan pasangan nomor urut 3 itu. Salah satu faktornya adalah, Sandiaga Uno putra Gorontalo. Bahkan, dalam banyak kali kesempatan, Sandi sapaan akrabnya, sering tersorot kamera memakai Kopiah Karanji, yang notabene menjadi ciri khas orang Gorontalo. di level Nasional sendiri, selain Sandi, figur yang sering menggunakan kopiah karanji hanyalah Almarhum Gusdur.

Wajar, kemenangan Sandi di Pilkada DKI, menjadi kebanggaan orang Gorontalo. Sandi pun menambah deretan jumlah putra Gorontalo, yang berhasil sukses menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah di kota besar. Seperti Dani Pomanto yang kini menjabat Walikota Makassar.

Dari beberapa sumber diketahui, Konon nama Sandiaga adalah kepanjangan dari ‘Sandi Anak Gorontalo’. Seakan sang Ayah Razif Halik Uno, ingin menegaskan kepada anaknya itu untuk tidak melupakan asal usulnya. Disisi lain, Sandi sendiri dalam beberapa kali kesempatan, sering berkunjung ke Gorontalo, bahkan berulang kali jadi pembicara dalam iven seminar kewirausahaan. Bahkan, dari sejumlah sumber juga diketahui, orang terkaya ke 29 menurut majalah Forbes tahun 2009 itu, masih keturunan Raja atau Sultan Batutihe. Orang Gorontalo pun, memberikan beribu-ribu ucapan selamat atas kemenangan Anis – Sandi di pilkada DKI.

Politik Uang Bisa Dikalahkan

Ketua DPW Gerindra Gorontalo Elnino Husain Mohi yang dimintai tanggapannya mengatakan, Pilkada DKI membuktikan bahwa mayoritas warga melakukan perlawanan terhadap politik suap atau beli suara. Artinya, uang dan sembako bukan lagi menjadi hal yang paling penting dalam politik. “Prabowo dan Gerindra bangga menjadi salah satu motor penggerak utama perlawanan terhadap politik uang ini. Kader-kader gerindra di seluruh Indonesia justru membantu menyumbang untuk ongkos pergerakan kader-kader Gerindra yang ada di Jakarta untuk pemenangan Anies- Sandi. Dan salah satu pembuktian bahwa Gerindra adalah partai yang mengutamakan gotong royong untuk kepentingan penyelamatan masa depan bangsa melalui jalur politik,” tegas salah satu Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memperoleh suara sebanyak 37.512 suara untuk daerah pemilihan Gorontalo.

Senada disampaikan Ketua DPW Perindo provinsi Gorontalo Yakob Tangahu. “Jadi meskipun partai kita masih baru, hal ini sudah bisa membuktikan dalam mengawal dan memenangkan pertarungan Pilgub DKI dengan terpilihnya Anies- Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dan secara otomatis dirasakan sampai ke daerah terutama daerah provinsi Gorontalo itu sendiri,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua PKS provinsi Gorontalo Helmi Adam memberikan penjelaskan yang jelas terkait dukungan terhadap pasangan Anies- Sandi. “Alhamdulillah sebagai salah satu Partai pengusung Anies- Sandi di Pilkada DKI kami bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat DKI khususnya masyarakat Gorontalo berdomisi di DKI yang mendukung full kemenagan Anies Sandi,” ucap Helmi.

Lebih lanjut kata Helmi bahwa kemenangan Anies- Sandi itu sudah menunjukan bahwa kesombongan keangkuhan itu dapat dikalahkan dengan keramahtamahan dan sopan santun. Dan ini merupakan pelajaran berharga bagi para penguasa untuk tidak sombong dan angkuh, menghargai perbedaan dan memberi peluang kepada yang lain untuk terlibat dalam pembangunan daerah. “Jadi kemenangan ini adalah doa ikhlas dan perjuangan para Ulama, Habib dan Ustadz, Ustadzah yang terlibat dalam upaya melawan pemimpin zholim dengan kegiatan 212 dan lain-lain,” tegas Helmi yang juga saat ini masih berada di DPP PKS dalam membantu mengawal CI di TPS. (RG-54)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan