ads
Image Not Found
ads
  • Home
  • Politik
  • Pilwako Gorontalo 2018 Bakal Telan Dana Rp 27 M

Pilwako Gorontalo 2018 Bakal Telan Dana Rp 27 M

Image
Walikota Gorontalo Marten A Taha dan Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba.
Walikota Gorontalo Marten A Taha dan Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba.

RadarGorontalo.com – Tahapan pelaksanaan Pilwako tahun 2018 mulai di bahas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo. Sampai dengan Selasa (16/05) kemarin, sudah masuk pada proses penggunaan anggaran yang akan dipakai. Ruang kerja Walikota Gorontalo Marten A Taha, jadi saksi pembahasan anggaran Pilwako tahun 2018, yang diajukan KPU Kota Gorontalo sebesar Rp 27 Miliyar.

Sayangnya, berkas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari pengusulan dana itu belum ditandatangi, baik Walikota Gorontalo dan KPU. Padahal antara KPU Kota Gorontalo dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, sudah menyepakati jumlah anggaran tersebut.

Hal ini ditunda karena masih ada pembahasan berikut yang akan dilakukan KPU Kota Gorontalo dan Pemkot Gorontalo, soal hal tersebut. “NPHD itu akan kami tandatangani bersama dengan KPU Kota Gorontalo, setelah perubahan anggaran,” ujar Marten.

Dari hasil pertemuan turut dihadiri jajaran komisioner KPU Kota Gorontalo, dan pejabat terkait di lingkup Pemkot Gorontalo. Marten jelaskan, memang sudah menjadi kewajiban Pemkot Gorontalo untuk mendanai penyelenggaraan Pilwako nanti. Sebagaimana telah diatur dalam udang-undangan, bahwa penganggaran itu menjadi beban APBD masing-masing daerah, termasuk Kota.

Dan berkaitan dengan pengajuan dana yang dilakukan KPU Kota Gorontalo, proses pencairannya tidak dilakukan sekali. Tapi harus bertahap kata Marten, dengan melihat ketentuan yang ada di Pemerintahannya itu. Yang harus dipenuhi KPU Kota Gorontalo, termasuk melihat kebutuhan dari KPU Kota Gorontalo.”Totalnya Rp 27 Miliyar lebih.
Pada anggaran pertama di APBD induk kami telah menganggarkan Rp 1,5 Miliyar. Dan pada perubahan, mengingat pengajuan KPU di tahun 2017 sebesar Rp 5,5 Miliyar, maka kami mengalokasikan Rp 4 miliyar. Sedangkan sisanya Rp 22 Miliyar pada tahun 2018,” tutur Marten, sembari mengatakan, KPU juga sudah oke.(rg-62)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan