2018, Pengawasan UMP Diperketat

RadarGorontalo.com – Meski penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) telah ditetapkan Gubernur Gorontalo, namun tidak sedikit instansi yang masih memberi upah kepada karyawan dibawah standar UMP. Oleh karenanya, di tahun 2018, DPRD Kota Gorontalo meminta kepada pemerintah kota (Pemkot) Gorontalo untuk lebih memperketat pengawasan terhadap UMP ini.

“Yang penting adalah bagaimana pengawasan di lapangan, karena pertama banyak dijumpai gaji tenaga kerja jauh sekali di bawah UMP. Kedua jam kerja banyak dijumpai dengan gaji sudahlah di bawah UMP, sekitar Rp. 1,5 juta, tapi bekerja pagi sampai malam,” ungkap anggota Komisi B, Rolly Kadullah.

Menurut Rolly, upah di bawah UMP dengan jam kerja melebihi standar, yakni delapan jam sudah jelas tidak dibenarkan. Kalau ditambah jam kerja sampai sore atau malam tentu harus ada lemburnya. Perlakuan yang tidak benar tersebut, tambahnya, masih ada di Kota Gorontalo, seperti pada pekerja perkebunan dan karyawan toko. Oleh karena itulah pengawasan harus benar-benar diperketat, sehingga perlu keseriusan pemerintah yang tidak hanya menerbitkan keputusan Pergub itu. “Beri sanksi teguran, kalau tetap membandel berikan sanksi administrasi berupa menarik izinnya,” tegasnya.

Hal tersebut perlu ditekankan, sebab dengan UMP Rp. 2.030.000 jelas masyarakat hanya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Sebab jika melihat kebutuhan masyarakat yang kian beragam, jumlah tersebut sebenarnya tidak cukup.

Pemprov Gorontalo sudah menetapkan UMP pada tahun ini sebesar Rp. 2.030.000 yang ditetapkan sesuai dengan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah. Di dalamnya diatur kenaikan dengan dasar perhitungan besaran inflasi dan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sehingga secara nasional kenaikan UMP 8,25 persen.

PP 78 tersebut mulai diberlakukan untuk UMP pada 2017 ini. Sebelumnya penghitungan dilakukan menggunakan dasar perhitungan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang besarannya ditentukan oleh Dewan Pengupahan. (rg-63)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar