Advertisements

Langka, LPG 3 Kg di Kabgor Tembus Rp 25 Ribu

Image
Aktivitas jajaran Komisi II Deprov Gorontalo, dalam mengawal ketersedian gas LPG 3 Kg, di semua wilayah se provinsi Gorontalo.
Aktivitas Komisi II Deprov Gorontalo, dalam mengawal ketersedian gas LPG 3 Kg, di semua wilayah se provinsi Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Langka, LPG 3 Kg Tembus Rp 25 Ribu- Kembali, kebutuhan akan gas LPG 3 Kg bersubsidi di sejumlah daerah dan kawasan di provinsi Gorontalo, mengalami kelangkaan.

Buktinya, di sejumlah wilayah di kecamatan Telaga Biru kabupaten Gorontalo, sudah sekitar seminggu, pemenuhan gas LPG bersubsidi yang dikhususkan bagi kelompok rumah tangga kurang mampu ini, sangat sulit dijumpai.

“Ada gas (LPG 3 Kg), pak. Tapi, dijual Rp 25 ribu! Kalau mau, saya bantu? Karena, saya saja beli dari dia.” ujar salah satu ibu, pemilik pangkalan LPG 3 Kg di kecamatan Telaga Biru.

Meski fenomena ini, kerap dibantah oleh pihak Pertamina, bahwa ketersediaan gas LPG 3 Kg, aman-aman dan lancar saja, suplay dan pendistribusiannya.

Namun setidaknya, ada upaya-upaya yang harus dilakukan bersama dinas teknis dan instansi terkait, seperti dari Dinas Koperindag dan Satuan Polisi (Satpol) PP serta lintas OPD terkait di 6 kabupaten/kota.

Karena diduga, salah satu kelangkaan gas LPG 3 Kg, dikarenakan banyak rumah-rumah makan, atau usaha jualan, yang sejatinya harus menggunakan LPG 5,5 Kg, namun tidak sedikit yang masih menggunakan gas LPG 3 Kg.

Sementara, masyarakat belum berani memprotes atau melaporkan apa yang mereka lihat. Karena belum ada sosialisasi, seperti pemasangan pamflet-pamflet di rumah-rumah makan ini, yang harus menggunakan LPG 5,5 Kg.

Dugaan lain akan kelangkaan gas LPG 3 Kg ini, dikarenakan proses birokrasi yang tidak lagi mudah dipenuhi oleh setiap pangkalan gas LPG 3 Kg, dalam mendapatkan stok LPG yang berkelanjutan.

Dimana, dalam mendapatkan kelanjutan pemenuhan stok gas LPG 3 Kg itu, pangkalan yang bersangkutan diharuskan menyetor lebih awal ke rekening bank, kebutuhan gas yang mereka inginkan.

Baru dipenuhi pendistribusiannya. “Misalnya, anda (pangkalan LPG) butuh 40 tabung gas LPG 3 Kg, maka ada semacam aturan, anda harus menyetor lebih dulu ke rekening bank.

Setelah itu, berapa jumlah LPG 3 Kg yang anda butuhkan, baru dikirimkan,” ungkap salah satu petugas di SPBU Pertamina.

Menyikapi hal ini, jajaran Komisi II Deprov Gorontalo, mengaku akan segera menindaklanjuti kembali, permasalahan terkait kelangkaan gas LPG 3 Kg ini.

“Kami (Komisi II) akan segera merespon-nya. Dan berharap, instansi terkait untuk lebih peduli dan membenahi, bila ada keluhan terkait masih adanya kelangkaan LPG 3 Kg ini.

Pada intinya, kami tidak ingin, persoalan ini, senantiasa terjadi dari waktu ke waktu, tanpa ada ujung pangkalnya,” tandas anggota Komisi II Deprov, Chamdi Ali Tumenggung Mayang. (ay1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan