Advertisements
Hari Ini

    Bekali Caleg PPP, Suharso Gunakan Bahasa Gorontalo

    Image
    Suharso pembekalan Caleg Suharso dengan bahasa Gorontalo nya membimbing Caleg PPP di Milana Limboto. (Foto:dok)
    Suharso saat memberikan pembekalan kepada caleg PPP dengan menggunakan bahasa Gorontalo, di Milana Limboto. (foto-Qen)

    RadarGorontalo.com – Dialeg Suharso Monoarfa masih sangat kental dengan bahasa sehari-hari sebagai putra Gorontalo. Itu terdengar dari kalimat kalimat ‘te Uti Gorontalo’ itu kala memberikan pembekalan bagi para calon legislatif PPP di Hotel Milana Limboto, Rabu (10/4).

    Datang sebagai Ketua PPP Pusat, Plt Ketua umum Suharso Monoarfa membuka kata dengan ‘Mongolo Juga’ menjelaskan perjalanan dirinya berkampanye didaerah-daerah Indonesia.

    “Debo Mongolo Juga” kata dia sambil memegang pinggang, yang disambut tepukan tawa para caleg PPP.

    Arahannya pun fokus pada titik untuk mengembalikan kursi DPR, dan PPP harus bidik wakil ketua atau ketua, itu harus. Kalau cuma Anggota biasa, aaaa keah bekeng apa, ” kata Suharso dengan bahasa daerah.

    Para Caleg PPP juga diminta untuk tidak berpikir masuk campur dalam eksekutif. Karena mending menjadi legislative itu sangat lebih terhormat, karena satu, memegang palu sidang.

    “Kalau pimpinan ketua DPR, ada kendali disitu, kalo bagitu Gaga,” kata Suharso. Caleg PPP Juga diminta untuk tidak membudayakan ‘Tutuhia’.

    Tutuhia itu tidak Gaga, tidak bagus. Bagaiamana Kita akan membesarkan partai dengan jargon kembali kerumah besar umat Islam Kabah, jika kitorang sering Bakalae, membudayakan Tutuhia, paparnya.

    Jika Ada yang mau bergabung membesarkan partai, torang harus kasih carpet merah, karena ini dalam rangka membangun organisasi PPP.

    “Jangan sobalaen, karena ada orang lain. Kita harus bersatu,” ucap ketua umum. Akhirnya hampir ada 1 jam lebih, ketum Suharso Monoarfa membekali, membimbing Caleg PPP agar lebih semangat lagi mencapai suara terbanyak di Pemilu 17 April nanti.

    “Didik masyarakat, buka kertas suara, Cari lambang PPP, lalu coblos, itu yang benar. Bukan nomor 10 yang dicari, nanti rakyat Cuma lagi mo ba hitung, 1-10, kelamaan. Langsung Cari lambang Kabah, lalu coblos, ” kata Suharso yang juga anggota Watimpres ini. (RG.53)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Tinggalkan Balasan