Advertisements
Hari Ini

    Indra Dobrak Tradisi Pilkada

    Image
    Foto : Indra Yasin

    RGOL.ID (Gorontalo) – Indra Yasin mampu mendobrak tradisi Pilkada. Bayangkan dua kali bertarung di Pikada, mantan Jupen di era Orba ini mampu menang dengan dana pas-pasan.

    Menariknya lagi, pasangannya pun tak punya dana. Di mana-mana yang namanya Pilkada, hal pertama yang dipersiapkan adalah dana, tentu saja dengan jumlah besar, tetapi tradisi di Pilkada itu tidak berlaku untuk seorang Indra.

    Dua Pilkada dilaluinya dengan mulus. Selama maju sebagai Cabup, dia tampil berdikari, tak ada dukungan dana dari tokoh-tokoh tertentu. Bahkan lawan-lawannya didukung oleh partai besar dan juga para elite.

    Indra adalah orang yang sangat PD, pada Pilkada pertama dia pasangan dengan Ronny Imran, keduanya sama-sama tak punya duit, setelah itu pada periode kedua Indra menggandeng Thariq Modanggu, keduanya juga sama-sama tak punya duit. Indra tak khawatir sedikit pun, dia tak mencari seorang Wakil yang punya dana.

    Dalam hal ini Indra nampaknya punya cara sendiri menentukan pilihannya, dan dia ingin bebas menentukan siapa yang dinginkannya. Makanya sejak dulu dia tak mau dikendalikan partai. Di sinilah kekuatan seorang Indra, birokrat yang satu ini nampak lemah, tetapi dibalik itu dia memiliki prinsip yang sangat kuat.

    Dalam hal-hal sangat strategis, Indra sangat keras mempertahankan apa yang menjadi keyakinannya. Indra memang seorang birokrat, tapi jangan salah, dia ditempa di jalur B. Mereka-mereka ini adalah ujung tombak Golkar di era Orde Baru.

    Banyak sekali birokrat yang kemudian jadi kepala Daerah. Almarhum Medy Botutihe, Walikota 2 periode, almarhum Iwan Bokings 2 periode, Gusnar Ismail jadi Wagub dan Gubernur, David Bobihoe bupati 2 periode, Idris Rahim Wagub 2 periode, Ismet Bupati 1 periode, dan Indra Bupati 2 periode lebih. (wal-46)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Tinggalkan Balasan