• Home
  • Kampus
  • Dosen Praktisi UG Capai Gelar Doktor Predikat Terbaik

Dosen Praktisi UG Capai Gelar Doktor Predikat Terbaik

Image
Walikota Gorontalo, Marten Taha, yang juga dosen Praktisi Universitas Gorontalo (UG).

KAMPUS (RGOL.ID) – Walikota Gorontalo, Marten Taha resmi menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude (terbaik) pada sidang terbuka promosi doktor bidang Antropologi, Senin kemarin (28/3), di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.

Sejumlah ucapan selamat pun berdatangan dari seluruh pihak, tak terkecuali Civitas Akademika Universitas Gorontalo (UG).

Melalui Rektor UG, ucapan selamat disampaikan kepada Walikota Gorontalo, Marten Taha, atas capaian gelar doktornya di UNHAS Makassar.

“Atas nama pimpinan civitas akademika UG, kami mengucapkan selamat kepada Marten Taha atas gelar doktornya di bidang Antropologi dengan predikat terbaik di UNHAS Makassar,” ungkap Rektor UG, Dr. Ibrahim Ahmad.

Di UG, Marten Taha merupakan dosen praktisi yang resmi diangkat beberapa hari yang lalu. “Iya, beliau resmi menjadi dosen praktisi UG usai menjadi narasumber di Studium Generale tentang Wajah Ekonomi dan Agenda Percepatan Pembangunan Gorontalo yang dilaksanakan prodi Magister Manajemen,” terang rektor.

Perlu diketahui, bahwa sidang terbuka hybrid ini dipimpin Armin Arsyad, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNHAS Makassar, beserta tujuh penguji internal maupun eksternal lainnya. Saat diberi kesempatan memaparkan disertasinya, Marten maju dengan percaya diri.

Dihadapan penguji, ia memaparkan strateginya implementasi Program Kartu Sejahtera dengan sebuah pendekatan antropologi kebijakan publik di Kota Gorontalo.

Program kartu sejahtera disebut Marten sebagai bentuk strategi mengentaskan kemiskinan di Provinsi Gorontalo khususnya di Kota Gorontalo. Karena jika dilihat hingga saat ini, kata Marten, masih terdapat beberapa tantangan yang harus diselesaikan dalam mengatasi pengangguran di Kota Gorontalo.

Misal, masih tingginya angka pengangguran tamatan SMA, SMK hingga perguruan tinggi. Serta garis kemiskinan dan persentase penduduk miskin pun di Kota Gorontalo masih terbilang cukup tinggi.

Bagi Marten, kesejahteraan sosial masyarakat ini harus terpenuhi. Baik itu secara material, spiritual. Hal itu agar masyarakat sebagai warga negara dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

“Karena kita ketahui bersama bahwa dalam mencapai kesejahteraan, tidak semua masyarakat bisa melakukan secara individu maupun mandiri, namun hal itu harus ada dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tersebut,” pungkas Marten. (rg-63)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

ads
Image Not Found
Image Not Found
sosialisasi tahapan pilkada kpu bonebolango
Image Not Found
ads