Advertisements
  • Home
  • rgol.id
  • Retribusi Sampah Serahkan Sepenuhnya Ke Kecamatan

Retribusi Sampah Serahkan Sepenuhnya Ke Kecamatan

Image

RGOL.ID GORONTALO – Aleg satu ini memang tak ada matinya, gagasan demi gagasan tak henti hentinya disajikan oleh Aleg yang terkenal selalu bikin telinga para OPD merah.
Tentu saja, bukan seorang jenderal kalau tidak beringas.
Tetapi kali ini Herman Haluti bukan menjewer atau mengutik, tetapi Jendral Komisi C ini barubah menjadi seorang dosen dengan membuka class dadakan.


Satu mata kuliah yang disampaikan Herman yakni menyelesaikan masalah sampah yang semakin tak terbendung penumpukannya.
Untuk mengatasinya Herman memberikan ide briliannya dengan membagi tugas kepada DLH dan Kecamatan.


Yakni DLH fokus penanganan sampah dan Kecamatan fokus retribusinya.

“Pemungutan retribusi sampah tolong di delegasikan sepenuhnya ke Kecamatan, DLH fokus saja sama penanganan sampah”, Ujarnya

Mendengar ide itu pihak Kecamatan menyambut gembira ide tersebut, dan mengatakan akan bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Gorontalo.

“Apapun yang di instruksikan pak Herman kami siap untuk mengambil alih tugas ini”, Jawab Kecamatan

Aleg Komisi C ini juga menyampaikan bahwa DLH tidak jeli melihat potensi PAD di Kota Gorontalo sehingga PAD Kota Gorontalo stagnan beberapa tahun ini.

“Retribusi sampah itu bukan hanya diperuntukkan ke Pengusaha dan Rumah tangga tetapi pasar juga masuk retribusi, dan hanya Kecamatan yang tau persis data seluruhnya”, Tegas Herman

Sehingga Aleg Dapil Kota Barat dan Dungingi ini meminta pihak DLH untuk segera melakukan penyerahan tugas ke Kecamatan,sebab Jendral Komisi C ini melihat kinerja yang dipertontonkan DLH sangat mengecewakan.

“Segera Kecamatan lakukan pertemuan internal dengan Lurah, begitu pula Lurah lakukan rapat bersama RT RW, lakukan sesegera mungkin supaya dari hasil pertemuan, data tersebut menjadi target DLH”, Pungkasnya

Permintaan yang disampaikan Herman Haluti disepakati oleh Kadis DLH tetapi penyerahan itu menunggu Perwako Terbit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan