• Home
  • Kampus GTLO
  • Wujudkan Kampus Ramah Lingkungan, UMGO Gelar Launching Green Kampus

Wujudkan Kampus Ramah Lingkungan, UMGO Gelar Launching Green Kampus

Image

RGOL.ID – Sebagai salah satu upaya mewujudkan kampus sehat dan ramah lingkungan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar Launching Green Campus Bebas Sampah, Kaya Biodiversitas yang juga dirangkaikan dengam pra milad Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Mohuyula ke – 12. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Lapang Terpadu UMGO, Ahad (12/02/2023).

Turut hadir Rektor UMGO, Prof. Abd. Kadim Masaong, Wakil Rektor I, Prof. Moon Hidayati Otoluwa, Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor III, Dr. Apris Ara Tilome beserta seluruh civitas akademika UMGO, Staf Ahli Menteri KLHK Prof. Dr. Ir. Winarni Monoarfa, M.S.,
Kepala BPDASHL Bone Bolango Heru Permana dan jajaran, Ketua Forum DAS Gorontalo Wawan Tolinggi, Kepala-kepala Dinas, Kepala LPPM UMGO beserta jajarannya serta mahasiswa UMGO.

Rektor UMGO, Prof. Abd. Kadim Masaong, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pohon yang tumbuh di area kampus sangat penting. Hal ini akan mendukung keteduhan dan kesejukan dalam kampus yang juga ikut mengambil peran penting dalam mewujudkan kampus sehat, serta mengatur sirkulasi udara bersih di dalam kampus.

“Momentum kali ini kita diajak untuk memelihara, saya ingin mindset kita semua berubah dari budaya menanam menjadi budaya memelihara, karena kalau menanam itu belum tentu memelihara tetapi kalau memelihara sudah tentu menanam,” tandasnya.

Ia juga memaknai hal tersebut dari surah Al-Qasas Ayat 77, yang artinya
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi”.

“Dalam ayat ini ada teori keseimbangan kepentingan Duniawi dan Ukhrowi , keseimbangan manusia dan makhluk yang lain. Apalagi kita diberikan amanah menjadi Khalifah, menjadi pengelola jadi apa saja yang sada disekitar kita menjadi kewajiban kita mengelolanya dan menjaganya,” terangnya.

Terakhir, Prof. Kadim menyampaikan Laboratorium Lapang Terpadu UMGO ini telah dirancang untuk menjadi kompleks edu wisata tempat orang untuk refreshing, tempat orang untuk menuntut ilmu dan bersilaturahmi.

“Kalau ini berhasil kita akan memperluas lagi dan Insha Allah pohon-pohon yang tidak produktif akan kita ganti dengan yang lebih produktif, terimakasih atas kunjungan Prof Winarni, pihak BPDASHL dan ForDAS Gorontalo telah bersedia bersinergi dengan UMGO dalam mewujudkan UMGO Green Kampus semoga apa yang kita inginkan bersama dapat tercapai,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri KLHK Prof. Winarni Monoarfo saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut mengaku tercengang ketika masuk di Laboratorium Lapang UMGO.

“Karena suasananya seperti di Manggala Wanabakti, tempat berdirinnya KLHK
disana kalau kita terima tamu kalau tidak hujan kita buat rapat di bawah pohon alasannya sirkulasi 02 sudah tentu berjalan lancar mengapa hal ini penting, karena kita melihat bahwa permasalahan dan ancaman kita kedepan adalah mengenai pemanasan global untuk itu saat ini 200 negara termasuk Indonesia sudah berkomitmen pada tahun 2023 kita harus menurunkan suhu pemanasan global pada tahun kemarin dari 34 Provinsi ada 12 provinsi yang telah diselesaikan dan 22 provinsi sisanya akan dirampungkan pada tahun 2023 ini,” jelas, tokoh Wanita Gorontalo yang bergelar adat Pulanga.

Prof. Winarni melanjutkan, hal ini bisa tercapai dengan adanya komitmen seluruh stakeholder mulai dari pemerintah, kampus, hingga seluruh elemen masyarakat dalam menurunkan gas rumah kaca, dan momentum hari ini adalah sebuah moment startegis yang kita mulai dengan penanaman pohon sehingga kita harapakkan dapat memberikan kontribusi dalam penurunan gas rumah kaca.

“Pak Rketor tadi meminta 2000 bibit pohon, sebenarnya angka itu sangat kecil dan Insha Allah bisa terpenuhi syaratnya dengan menyediakan lahan, karena 1 hektar itu untuk pohon produktif hanya bisa ditanmi 400 pohon. Maka mari kita dukung UMGO menyediakan 5 hektar untuk 2000 pohon, Insha Allah niat Rektor yang sangat luar biasa bisa tercapai sehingga akan ada rasa timbal balik antara pihak pemerintah dan kampus UMGO, apalgi kalau edu wisata ini jadi kedepan akan memperluas jejaring dengan Dinas Pariwisata,” ucapnya.

Ia turut memberikan apresiasi dan atensi yang luar biasa atas apa yang dilakukan UMGO khususnya Rektor dan seluruh civitas akademika dalam menciptakan kawasan bersih dan bebas dari sampah, kita berharap sesuai dengan tri darma perguruan tinggi kehadiran edu wisata bisa terus dikembangakan karena bisa menjadi tempat penelitian mahasiswa.

“Saya meyakini UMGO memiliki kapasitas baik dosen dan mahasiswa, kalau ini jadi kita tidak hanya bantu pohon tetapi akan memberikan contoh untuk persemaian dengan memberikan pelatihan sehingga kedepan tempat ini bisa menjadi wahana mahasiswa melakukan penelitian.
Terimakasih Rektor dan jajaran karena kami telah dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan UMGO, semoga sinergritas antara KLHK dengan UMGO terus menerus terjalin sehingga program-program KLHK bisa kita wujudkan bersama,” harapnya.

Terakhir, ia mengucapkan selamat kepada MAPALA Mohuyula UMGO yang bakal berusia 12 tahun ia berharap keberadaan MAPALA bisa menjadi pelopor utama dalam mewujudkan Green Kampus.

“Anak-anakku MAPALA selamat HUT ke 12, Insha Allah MAPALA bisa lebih hebat dan tangguh dan mewujudkan Gorontalo hijau dan lestari, terus berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan lingkungan dan terus mendukung program-porgram pemerintah khususnya di KLHK, karena kami butuh peran serta dari seluruh stakeholder termasuk kalian. Pesan ibu mohon masukan program penghijauan di program kerja kalian, jaga lingkungan Provinsi Gorontalo karena daerah ini rentan akan terjadinya bencana,” tutupnya.

Usai pelaksanaan kegiatan pembukaan, dilanjutkan dengan Penanaman Pohon Buah secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan Dialog Lingkungan dan diakhiri dengan penandatanganan
Komitmen Bersama Green Campus antara UMGO, BPDASHL dan ForDAS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan