Advertisements

Rektor UG Tegaskan 30 Persen Mahasiswa Wajib Ikut MBKM

Image
Workshop kurikulum MBKM yang dilaksanakan UG, belum lama ini. (Foto : dok)

KAMPUS (RGOL.ID) – Rektor Universitas Gorontalo (UG), Dr. Sofyan Abdullah, SP, MP menegaskan 30 persen mahasiswa di kampus perjuangan itu wajib mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Sebagaimana aturan Kemendikbudristek, 30 persen mahasiswa di Universitas Gorontalo itu wajib mengikuti MBKM,” kata Dr Sofyan ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/3).

Namun demikian, dijelaskan Dr Sofyan, 30 persen jumlah mahasiswa yang ikut MBKM diharapkan merata di seluruh fakultas.

“Jadi, setiap prodi itu harus terisi 30 persen. Kalau di prodi itu misalnya ada 100 mahasiswa, maka 30 persennya ikut program MBKM,” terangnya

Meski memang tidak diatur secara rinci 30 persen seperti apa, namun Dr Sofyan menjelaskan, pihaknya ingin mengcover seluruh prodi di lingkungan UG.

“Karena MBKM ini bagus, supaya mereka bisa belajar di luar dan tidak hanya fokus di ruang perkuliahan,” jelasnya.

Ia mengatakan, sosialisasi MBKM menjadi upaya nyata mendorong mahasiswa ikut program MBKM. Dan saat ini, pihaknya tengah menyusun buku panduan MBKM.

“Kami mengajak para dosen terlibat proaktif menuntaskan program MBKM. Program ini dilaksanakan pemerintah sejak tahun 2020. Selama ini implementasinya belum berjalan mulus karena sebagian besar dosen belum memahami secara tepat teknis pelaksanaan MBKM,” tukasnya.

Ia menjelaskan, Merdeka Belajar, diartikan sebagai hak belajar mahasiswa selama tiga semester di luar program studi (Prodi) dan perguruan tinggi wajib memfasilitasinya.

MBKM di luar kampus ini menjadi salah satu indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi. Mahasiswa dapat mengikuti merdeka belajar di luar kampus seperti magang, penelitian, maupun menjadi socioentrepreneur. (RG-56)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan