Advertisements
  • Home
  • Politik
  • Arief Gobel : Saya Belum Direktur, Saya Masih Berjuang

Arief Gobel : Saya Belum Direktur, Saya Masih Berjuang

Image

RGOL.ID GORONTALO – Kata Sayyidina Ali, orang tua yang hebat, adalah yang mampu menjadikan anaknya lebih baik darinya. Tetapi Moh Arief Rahmat Gobel, nampaknya ingin menjadi generasi Emas.

Sepertinya inilah yang membuat Rahmat Gobel punya kebanggaan tersendiri pada putranya itu. Sebagai putra mahkota di kerajaan bisnis Gobel, tentu Arief Rahmat Gobel Harus digembleng matang baik itu dalam bisnis maupun politik karena di era sekarang ini seorang pebisnis harus bisa paham politik, karena bisnis dan politik tak bisa dipisahkan. Tetapi sekali lagi Arief mengatakan dia belum tertarik dunia politik.

Memang Rahmat tidak mempersiapkan putra satu satunya itu untuk sekadar jadi Walikota atau Bupati bahkan Gubernur, tetapi Arief Adalah generasi ketiga Gobel yang dipundaknya ada tanggung jawab besar sebagai pewaris kerajaan bisnis, di tangan Arief kerajaan bisnis ini harus tambah besar dan harus hidup dari generasi ke generasi.

Jelang buka puasa, anak muda yang sebentar lagi akan menikah ini jumpa dengan 200 kalangan milenial Gorontalo.

Arief ingin berbagi pengalaman, ingin membaca mimpi mimpi para milenial Gorontalo, memang ini kali pertama Arief muncul didepan publik Gorontalo.

Makanya banyak orang belum mengenalnya, dan ternyata putra seorang konglomerat itu terlalu sederhana untuk seorang Putra Mahkota.

Bahkan cara duduknya saja masih belum menunjukan sebagai seorang Direktur.

Makanya ketika pembawa acara memperkenalkannya sebagai seorang direktur, seorang pewaris, Arief Arief meralatnya.

“Saya belum Direktur, saya masih jualan dan masih belajar dan harus bisa menguasai seluk beluk pemasaran termasuk persoalan persoalan di lapangan, bahkan saya belajar bagaimana bicara dengan pemilik pemilik toko,” ungkapnya.

Jadi kata Arief lagi sampai sejarang ini dia juga masih berjuang untuk menjadi penjual yang sukses, makanya dia selalu datang ke daerah daerah untuk memasarkan produk produk Panasonic.

Kata Arief lagi dia ingin sampai ke kursi empuk itu karena memang dia kayak untuk itu.

Dia tak membantah kalau dia terlahir dari keluarga yang kaya, tetapi dia juga ingin menjadi sukses karena kemampuanya sendiri.

Arief kemudian bagaimana dia bekerja sebagai tukang cuci piring ketika kuliah di Jepang, itu terjadi karena ketika itu dia belum bisa bahasa jepang, makanya tempatnya paling di belakang.

Setelah kerja di restoran, dia kemudian menjadi pemamdu wisata, pokoknya selama kuliah, pekerjaan apa saja dia lakukan dan itu dia lakukan dengan senang hati.

Dari raut wajahnya yang bening, dengan tatapan mata yang tajam, nampak sekali kalau cucu dari Moh Tayeb Gobel ini adalah sosok yang memegang teguh kejujuran dan berani mengatakan tidak. Tak ada kesan angkuh, tetapi sangat berakter.

Ditanya apakah disuka politik, sambil tersenyum kebar dia mengatakan sama sekali belum tertarik.

Sementara itu Budi Doku mengatakan, kalau RG, terus berpikir, bagaimana agar lapangan kerja di Gorontalo terbuka lebar.

RG juga sangat memperhatikan SDM Gorontalo agar punya daya saing, bayangkan setiap tahunnya Panasonic membutuhkan sampai 5 ribu tenaga kerja, tentu saja RG sangat berharap ada anak anak Gorontalo bisa lolos bekerja di perusahaan itu.

RG juga membangun PAUT yang fasilitasnya sama dengan Fasilitas PAUT yang ada di Jakarta. ” KK Rahmat bangungun PAUT dengan dana Milyaran agar anak anak Girontalo bisa sekolah seperti sekolah anak cucunya,

Budi juga mengatakan nanti Gorontalo akan memiliki sebuab pelabuhan laut yang akan menyerap banyak sekali tenaga jerja, maka diharapkan ada banyak anak anak Gorontalo yang terserap. Begitu juga dengan Danau Perintis, Budi bilang harus dimanfaatkan oleh orang orang muda

Soal Arief, menurut Budi memang berbeda, dia tidak hanya mandiri tetapi juga sangat sederhana, bayangkan naik pesawat dia beli kelas ekonomi, dan perlu juga diketahui, dia kerja di Panasonic melamar sendiri dan mengikuti prosudor dari perusahaan.

Lebih dari itu, Arief sangat menghormati orang tua, dulu ketika KK Rahmat bawa tokoh tokoh Gontalo ke Jepang, Arief dengan senang hati mengantar tokoh tokoh Gorontalo untuk keliling Jepang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan