ads
Image Not Found
ads
  • Home
  • news
  • Ini Peringatan Keras Kapolres Soal Pasar Senggol,. Ade Permana : Jangan Sampai Ada Yang Lebaran di Polres

Ini Peringatan Keras Kapolres Soal Pasar Senggol,. Ade Permana : Jangan Sampai Ada Yang Lebaran di Polres

Image

RGOL.ID GORONTALO – Ini alasan Kapolresta Gorontalo Kombes Pol DR. Ade Permana, S.I.K, MH Pol sangat keras menolak pelaksanaan Pasar Senggol. Pertama dia tidak suka harga kapling meroket sampai belasan juta, ini sangat tidak membantu pedagang.

Karena itu dia mengingatkan Panitia Pasar Senggol untuk tidak memberikan kapiling Pasar Senggol kepada para spekulan yang selama ini menguasai Pasar Senggol, Kapolres juga mengingatkan dengan keras tidak boleh ada kegiatan premanisme di Pasar Senggol.

Satu hal lagi Kapolresta mewanti wanti tidak boleh ada miras yang beredar dan juga acara mabuk mabukan serta kegiatan judi.

Ini masa sulit, rakyat harus diberi peluang untuk mengais rezeki, tetapi kalau harga tempat sudah diperjualbelikan dengan harga selangit maka ini namanya menyusahkan para pedagang.

Kapolresta juga menyentil biaya parkir yang menurutnya sudah ditentukan seenaknya oleh para juru parkir. ” Saya ingatkan jangan sampai ada yang lebaran di Polresta,” tegasnya tadi malam saat acara mengukuran kapling.

Pasar Senggol

Hadir pada kesempatan itu, Kapolresta, Dadim, juga Kabag OPS, Kakan Satpol, juga Asisten 1.

kapolresta juga mengatakan yang akan mendapatkan kapling harus menunjukan KTP, agar bisa diketahui dengan pasti apakah mereka benar benar pedagang atau tidak.

Asisten I Pemkot Gorontalo Arifin Muhammad, mengatakan siapa yang akan meminta kapling harus memperlihatkan KTP, hal ini untuk menghindari tejadinya praktik jual beli kapling.

Hal yang sama juga sudah disampaikan, Kapolresta pada rapat pembentukan Panitia Senggol beberapa hari lalu.

Menurut salah seorang pejabat, apa yang dikatakan Kapolresta semuanya benar. Sejak
puluhan tahun lalu, Pasar Senggol ini selalu diwarnai dengan praktik jual beli kapling, semakin strategis lokasinya semakin mahal harganya.

Memang harganya sangat mahal, tetapi pedagang tidak punya pilihan, akibatnya harga barang mereka rada mahal, dan sulit bersaing, apalagi sekarang ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan