Advertisements
  • Home
  • Politik
  • Dalam Politik Hanya Ada Satu Kata Menang, Bisakah Golkar – Nasdem Koalisi

Dalam Politik Hanya Ada Satu Kata Menang, Bisakah Golkar – Nasdem Koalisi

Image

RGOL.ID GORONTALO – Dalam politik hanya ada satu tujuan, yaitu menang, tidak peduli bagaimana caranya, yang penting menang dulu. Itu memang sudah menjadi naluri para politisi.

Jangan berharap ada sportigitas di arena politik, yang ada nol atau seribu. Satu hal lagi pertarungan politik tidak hanya usai diatas ring, sebab pertarungan terus berlangsung sampai di bawah panggung.

Seorang pemenang belum tentu menang dan bisa menikmati kemenangannya dengan tenang.

Itulah sebabnya tak ada yang tak mungkin dalam politik, apa yang dikatan Ekwan Ahmad bukan hal yang mustahil, politisi yang mulai disebut sebut sebagai Cawali, mengatakan dia hanya takut kalau RH kembali pasang badan di Pilwako.

Apalagi kalau dia menurunkan istrinya atau putranya. ” Demi gengsi partai, dan sebagai Ketua partai tentu dia tak mau melepaskan kursi Walikota pada partai lain, maka apapun caranya dia pasti akan menurunkan orang yang bisa memenangkan pertarungan, kita semua tahu kalau RH ini adalah petarung yang nekat,” katanya.

Ekwan sendiri menegaskan kalau keputusannya maju di Pilwako akan ditentukan dengan hasil perolehan suaranya di Pileg untuk Deprov.” Kita tes ombak dulu, ” kilahnya.

Demikian dengan Pilgub, Rusli pasti tidak akan memaksakan kehendak, dia pasti akan mencari cara memenangkan Pilgub, jika memang 5 nama yang disiapkan Golkar tidak cukup menendang di Pilgub maka pasti dia akan mencari alternatif lain, misalnya Zainudin, karena hanya tokoh yang satu ini bisa setara di Pilgub dengan Rachmat Gobel. Artinya jika Rachmat maju maka Golkar harus menyiapkan jagoan lain.

Rachmat pun demikian, kalau dia tak maju maka pasti dia akan mencarikan tokoh yang bisa merebut kursi Gubernur yang sudah 20 tahun ini dikuasai Golkar, dan kalau pun tak ada maka bukan tidak mungkin dia sendiri yang akan maju, di mata Rachmat bukan hanya memenangkan dia butuh seorang Gubernur yang bisa memacu pembangunan agar cepat keluar garis kemiskinan.

Dulu Yacop Tangahu pernah mengatakan kalau Golkar-Nasdem koalisi di Pilgub, dengan menampilkan RG dengan Idah Syahidah maka lawannya hanya kotak kosong.

Dalam politik memang tak ada yang tak mungkin, tetapi untuk pasangan ini rasanya tak mungkin, ada juga juga keinginan dari sejumlah kalangan untuk memasangkan Idah dengan Hamim, tetapi ini juga tidak mungkin. Bukan soal koalisi , sebab koalisi Golkar Nasdem bukan hal yang haram.

Tetapi ini soal pilihan, karena jika RG maju di Pilgub, ada nama kader Golkar, yang masuk dalam daftar Cawagub RG, salah satu yang santer adalah Marten Taha, semehtara dari partai lain ada Belon Pomalingo, dan juga Kris Wartabone.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan