Advertisements
  • Home
  • Politik
  • Membangun Budaya Baru Politik Gorontalo, Sikap Bushido Seorang Rachmat

Membangun Budaya Baru Politik Gorontalo, Sikap Bushido Seorang Rachmat

Image

RGOL.ID GORONTALO – Bukan kelasnya RG untuk berdagang di pasar politik, apalagi hanya untuk mengais uang receh. Pengusaha besar ini bisa saja maju dari Jakarta, tetapi dia lebih bangga mewakili Gorontalo, dan bisa membawa program apa saja untuk membantu tanah leluhurnya.

Sekali lagi, niatnya masuk kebelantara politik adalah untuk mencari tantangan baru, dengan tetap menjadi intan di dalam lumpur, lebih dari itu, Rachmat bertekad memberikan pengabdian pada negara dan khususnya pada Gorontalo.

Percayalah, Rachmat adalah politisi yang berbeda, dia tak pernah jauh dari Qur’an, ibadahnya pada Allah dan manusia sangatlah bagus.

Sebagai politisi Rachmat memang tak suka bermanis manis, karena dia ingin dipilih karena dipercaya. Maka Insya Allah dia tidak akan tersandung.

Kata Fadel Muhmmad, Rachmat, sejak masih dalam kandungan Rachmat sudah kaya raya. Jadi kata Ketua Lamahu Pusat ini, Rachmat itu sangat kaya. ” Anda akan kaget, kalau berapa penghasilannya pertahun dari semua perusahaannya.” cerita Fadel.

Dari cerita Fadel itu, maka bisa dimaklumi kalau RG dengan ringan merogo koceknya untuk menggaji semua politisi yang menjadi staf khusus dan jumlahnya puluhan juta perorang.

Jadi tidak berlebihan kalau dia disebut Rahmatnya Gorontalo, karena semua program yang dia bawa ke Gorontalo harus sampai kerakyat dengan utuh, tidak boleh dikorupsi secuil pun, Rachmat juga tak punya kontraktor untuk menangani proyek proyek yang menjadi program aspirasinya.

Untuk mengawasi semua programnya agar berjalan sesuai target maka dia menyiapkan orang orang khusus yang digajinya secara pribadi.

Selain program program aspirasi, Rachmat juga dengan sangat ringan mengeluarkan dana pribadinya untuk membantu masyarakat.

Selama menjadi Aleg DPR RI, hampir setiap tahun, Rachmat selau mengajak berbagai kalangan ke luar negeri, hal itu jangan disalah artikan, sebagai kegiatan hura hura.

Tidak, Rachmat bertujuan agar mereka bisa melihat dunia lebih luas, agar bisa punya pembanding, lagi pula negara negara yang dituju adalah negara yang punya sejarah islam yang gemilang, seperi Turki, Uzbekistan, iran, qatar dan lain lain, Rachmat juga mengajak tokoh Gorontalo ke Jepang dan negara maju lainnya.

Rachmat memang besar di Jepang, tetapi dia diberi dasar agama yang sangat kuat sebagai seorang muslim, budaya malu dan kejujuran inilah yang membentuk karakter seorang Rachmat.

Malu berbuat tercela, malu tak bersikap kesatria, dan Rachmat selalu saklek dan cengli.
Harus diakui kalau budaya Jepang sangat mempengaruhi sikap sikap seorang Rachmat, baik itu bisnis maupun politik.

Sikap sebagai seorang Bushido, untuk sebuh harga diri, untuk sebuah kebenaran, sebuah kejujuran, mati kalau mati. Sikap inilah yang membuat Rachmat memilih diganti sebagai Menteri Perdagangan.

Ini warning bagi orang orang kepercayaan dan juga kader kader Nasdem Gorontalo untuk tidak menjadi tali sandungan bagi langkah langkah politik Rachmat Gobel dengan cara menjauhi tindakan tercela. Rachmat ingin membangun budaya baru politik Gorontalo dengan sejuta kejujuran.(RAGORO)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan