Advertisements
  • Home
  • Kesehatan
  • Organisasi Profesi Kesehatan di Kota Gorontalo Menolak RUU Kesehatan

Organisasi Profesi Kesehatan di Kota Gorontalo Menolak RUU Kesehatan

Image

RGOL.ID – Sejumlah Organisasi Profesi (OP) yang terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melakukan aksi damai Senin, (08/05/2032). Kegiatan aksi 5 organisasi Profesi dikota Gorontalo diselenggarakan diseluruh Fasilitas Kesehatan di Kota Gorontalo, baik Di Rumah Sakit Maupun Puskesmas.

Aksi tersebut digelar untuk menolak RUU Kesehatan Omnibus Law terkait pembahasan RUU kesehatan omnibus law. Sehingga seluruh nakes dan tenaga medis seluruh indonesia menolak untuk dijadikan UU kesehatan.

Gerakan aksi kedua ini terjadi setelah tuntutan aksi pertama berupa RDP dengan pihak Legislatif /DPR RI tidak diakomodir.

Dalam Jumpa Pers Koordinator Aksi, Budianto Kaharu menyampaikan bahwa adanya RUU Kesehatan tersebut, telah menghilangkan anggaran 10 Persen. Hingga ini akan berefek pada penurunan kualitas layanan kesehatan. 

Tidak adanya untuk memberikan Kepastian hukum dan Berpotensi Kriminalisasi tenaga Medis dan kesehatan.

RUU Kesehatan dinilai cacat prosedur dalam penyusunan perundang-undangan. Terkesan kejar tayang Hal ini sangat mencederai Proses demokrasi dalam penyusunan dan pembahasan RUU Kesehatan (Omnibus Law) ujarnya.
Adapun tujuan dari aksi damai ini meminta kepada Pemerintah agar ;

  1. Penghentian pembahasan RUU Kesehatan (Omnibus law) yang mengancam hak berdemokrasi, hak sehat rakyat, hak kesejahteraan dan perlindungan profesi kesehatan,
  2. Dukungan moril terhadap perjuangan ekstraparlementer teman-teman OP di tingkat Pusat,
  3. Penguatan eksistensi dan komitmen lima Organisasi Profesi,
  4. Sosialisasi ke masyarakat tentang isi dan dampak RUU OBL.

Pada jumpa Pers, turut Hadir 5 ketua organisasi profesi kesehatan di Kota Gorontalo antara lain, Budianto Kaharu, Taufik Amrullah, Andi Isna Arifandi, Noerhayati Matoka dan Erfina Hasanira. 
Aksi Damai seluruh pelayanan kesehatan berjalan normal sehingga tidak mempengaruhi atau mengganggu dalam pelayanan. Karena ini hanya dalam aksi berupa memberikan edukasi terhadap keluarga pasien sekaligus pemberian bunga kepada pasien Rumah Sakit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan