Advertisements
  • Home
  • Nasional
  • Pustakawan Utama Yoyo Yahyono Resmi Tutup Bimtek SPP-TIK TPBIS Tahun 2023 di Gorontalo

Pustakawan Utama Yoyo Yahyono Resmi Tutup Bimtek SPP-TIK TPBIS Tahun 2023 di Gorontalo

Image

RGOL.ID, GORONTALO – Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP TIK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) tahun 2023 di Provinsi Gorontalo, resmi ditutup oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, melalui Pustakawan Utama, Yoyo Yahyono.

Yoyo mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas perhatian para peserta yang hadir dan mengikuti semua tahapan Bimtek SPP TIK di Hotel Aston Kota Gorontalo, dari tanggal 14 hingga 17 Mei 2023.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah peningkatan peran dan fungsi perpustakaan melalui pelibatan masyarakat sebagai wahana, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Program transformasi perpustakaan masuk dalam RPJMN tahun 2020 sampai tahun 2024 yakni meningkatkan sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi yang dilaksanakan Perpustakaan Nasional dengan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda).

“program transformasi perpustakaan ini untuk mengembangkan fungsi dan peran perpustakaan dalam memberikan layanan, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” ujarnya.

SDM perpustakaan juga dibekali kemampuan dasar untuk melakukan publikasi kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dari yang paling sederhana di media sosial hingga di media arus utama lainnya.

Yoyo menambahkan, tujuan kegiatan TPBIS ini secara umum terangkum dalam arah kebijakan perpustakaan nasional tahun 2020 sampai 2024 yaitu peningkatan budaya literasi melalui pemasyarakatan kegemaran membaca masyarakat, penguatan konten literasi dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial melalui peningkatan aspek dan kualitas pelayanan bagi masyarakat berpengetahuan inovatif, kreatif, dan berkarakter.

“perpustakaan memiliki peran strategis dan garda terdepan untuk mendukung kegiatan prioritas penguatan literasi melalui kebijakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berujung pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Yoyo menyampaikan, perpustakaan tang elah melaksanakan perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan stimulan berasal dari APBN hinga tahun 2022 yakni sejumlah 33 perpustakaan provinsi, 296 perpustakaan kabupaten/kota, dan 1696 perpustakaan desa/kelurahan.

Dan sampai dengan bulan Februari tahun 2023, TPBIS telah direplikasi di 1.205 desa/kelurahan di 26 Provinsi dengan sumber anggaran dari APBD atau sumber lain.

“tahun ini diharapkan ada 450 perpustakaan desa/kelurahan yang akan menjadi mitra dari TPBIS, dan beberapa mitra baru yang menjadi harapan baru bagi literasi Indonesia adalah bapak ibu peserta yang mengikuti kegiatan Bimtek ini,” ungkap Yoyo Yahyono.

Dijelaskan, bahwa Bimtek SPP TIK adalah salah satu strategi dari TPBIS untuk membekali pustakawan atau pengelola perpustakaan yang bertransformasi dengan materi capacity building.

Dimana para peserta akan menjadi bagian dalam usaha membantu pemerintah, komunitas dan individu-individu dalam mengembangkan kemampuan dan pengetahuan dalam rangka mencapai tujuan.

Terakhir, Yoyo berharap melalui kegiatan ini, para peserta akan bertambah kemampuan dan keinginan untuk terus melakukan perubahan-perubahan dalam mengelola dan meningkatkan fungsi perpustakaan serta mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. (awl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan