Advertisements
  • Home
  • Kampus GTLO
  • Satgas PPKS Upaya Nyata UG Berantas Kekerasan Seksual di Kampus

Satgas PPKS Upaya Nyata UG Berantas Kekerasan Seksual di Kampus

Image
Prof. Dr. Hj. Meimoon Ibrahim, SE, MM

KAMPUS (RGOL.ID) – Wakil Rektor Universitas Gorontalo (UG) Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni, Prof. Dr. Hj. Meimoon Ibrahim, SE, MM mengatakan, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di kampus perjuangan tersebut, dalam rangka mencegah kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Ini merupakan amanat dan ketentuan Permendikbud No 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi,” ungkap Prof Meimoon.

Ia menyebut, keberadaan Satgas PPKS untuk menunjukkan bahwa UG serius mencegah dan menangani masalah kekerasan seksual di kampus. 

“Kehadiran satgas tidak sekadar menjalankan tugas dari pemerintah tapi kita isi dengan nilai sebagai bentuk kepedulian UG untuk menghadapi dan menangani isu kekerasan seksual,” ujarnya.

Dan Senin (8/5) kemarin, telah dilaksanakan uji publik terhadap calon panitia seleksi (pansel) Satgas PPKS.

Ia mengatakan, uji publik merupakan tahapan penting untuk menyaring sekaligus mengenalkan kepada publik bahwa UG serius dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus.

“Kami harap bisa dihasilkan Satgas PPKS yang solid dimana situasi saat ini kekerasan seksual masih dianggap tabu untuk diungkap di ruang publik. Kehadiran satgas ini sekaligus untuk melantangkan bahwa kekerasan seksual tidak boleh terjadi dimanapun termasuk di kampus,” kata Prof Meimoon.

Uji publik dijelaskan Prof Meimoon, menjadi momentum bersejarah karena ini adalah Satgas PPKS periode pertama yang dibentuk di lingkungan UG

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UG itu, tantangan yang dihadapi, diantaranya mental yang menganggap masalah kekerasan seksual itu normal dan tidak penting.

Sehingga Ia menegaskan, kekerasan seksual adalah suatu kejahatan kemanusiaan yang serius. Karena itu, pencegahan dan penanganannya menuntut komitmen kemanusiaan yang kuat dari banyak pihak, termasuk Satgas PPKS UG yang tengah dibentuk. (RG-56)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan