Advertisements
Hari Ini
    • Home
    • Politik
    • Adhan Belum Lepas Dari Warna Kuning,Serang Kebijakannya, Bukan Pribadi

    Adhan Belum Lepas Dari Warna Kuning,Serang Kebijakannya, Bukan Pribadi

    Image

    RGOL.ID GORONTALO – Perayaan HUT Adhan Dambe ke 65 tangal 7 kemarin berlangsung penuh keakraban, banyak sekali politisi yang hadir, menariknya malam itu hadir juga Antum, salah seorang pejabat PU Kota Gorontalo, itu artinya moment HUT itu benar benar digunakan Adhan untuk berbaik baikan tidak saja dengan para politisi tetapi juga dengan siapa saja, termasuk para birokrat yang selama ini selalu dia soroti kinerjanya.

    Kata Adhan malam itu, kalau selama ini dia selalu menyerang para pejabat, tetapi itu karena jabatan mereka, kinerja mereka dan bukan pribadi.

    ” Torang baku abis, dalam urusan kebijakan mereka sebagai pejabat, tetapi bukan pribadi, seperti Nelson misalnya, kalau mau menghajar Nelson hajar kebijakannya bukan pribadinya,” kata Adhan.

    Rupanya Adhan Dambea belum lepas dari warna kuning, lihat saja bagaimana dominannya warna kuning pada acara perayaan hari ulang tahunnya tadi malam, mulai dari kursi tamu yang dibungkus kain kuning bahkan karangan bungan juga berwarna kuning. ” saya juga pakai batik kuning,” kilah Adhan sambil memegang kemeja batik yang dia kenakan.

    Selain sejumlah Aleg Deprov dari komisi I hadir juga sejumlah Aleg Dekot dan sejumlah politisi. ” Torang ini segi tiga emas, Pilwako 2008 adalah sejarah manis, bagi kami, ” kata Fikram Salilama, sambil menunjuk kerah AW Talib, Adhan dan dirinya.

    Mereka bertiga memang pernah berhadap hadapan di Pilwako, namun akhirnya mereka tetap bersahabat, bahkan satu komisi, meskipun mereka sudah berbeda partai, Fikram di Golkar, Adhan di PAN dan AW Talib di PPP.

    Soal Pilkada, Adhan mengatakan, sudah saatnya bertarung dengan program, jangan saling menjegal dengan cara cara menyerang pribadi orang.

    Ditanya apakah dia akan maju di Pilwako, Adhan mengatakan keinginan itu ada, dan itu ada pada banyak orang, tetapi, dia sendiri mengaku tidak punya uang, jadi kalau rakyat menginginkannya maju lagi di Pilwako, maka siap siap berjuang tanpa dana. ” ingat kalau Allah menghendaki, tidak ada satu makhluk pun yang bisa menghalangi,” katanya.

    Bag panas setahun dihapus hujan sehari, malam itu telah mencairkan permusuhan politik yang sudah sangat lama membeku.

    Setelah puluhan tahun ini kali pertama Adhan menjalin komunikasi dengan mantan mantan sahabatnya di Golkar dulu, dan hasilnya sangat menyejukan hati, meskipun komunikasi itu lewat undangan dan dibalas dengan ucapan selamat ulang tahun.

    Walikota , Wakil Walikota, juga Idah Syahidah memang tak bisa hadir tetapi mereka mengirimkan karangan bunga, bahkan Wakil Ketua MPR RI juga mengirimkan karangan bunga. Tampilnya karangan karang bunga di acara HUT Adhan yang ke 65 itu sangat menyita perhatian ratusan udangan yang hadir malam itu.

    Bahkan semua politisi yang hadir malam itu, merasa terkejut sekaligus sangat gembira melihat karangan bunga dari Walikita Marten Taha yang diletakan di sebelsh kanan panggung.

    Bagi masyarakat, karangan bunga ini punya arti sangat penting, demikian pula dengan balihoe Idah Syahifah, meski mereka berhalangan hadir, namun dengan adanya karangan bunga dari mereka maka ini sudah bisa mengurangi guncangan politik pada pada 2024.

    Adhan sendiri merasa sangat bersyukur karena acara ulang tahunnya berlangsung penuh makna, dia sangat berterima kasih kepada Marten Taha, dan Idah Syahidah, karena sudah mengurimkan karangan bunga.

    Memang Rusli Habibie tidak mengrimkan karangan bunga, tetapi, dengan dengan adanya karangan bunga dari Idah Syahidah, itu bisa dianggap dari Rusli Habibie.

    Sementara itu Herman Haluti, mengaku sangat gembira melihat ada Karangan Bunga dari Walikota dan juga Idah Syahidah. Ini langkah awal yang sangat bagus. Aleg Dekot dari PAN itu berharap komunikasi akan berlanjut dengan pertemua pertemuan.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Tinggalkan Balasan