Advertisements
  • Home
  • Politik
  • PDI-P Punya Senjata Mematikan Raih 9 Kursi di Deprov

PDI-P Punya Senjata Mematikan Raih 9 Kursi di Deprov

Image

RGOL.ID GORONTALO – Kali ini PDI-P tidak hanya tampil dengan materi Caleg yang mumpuni, tetapi juga punya senjata pamungkas. Apa itu ? tunggu saja pada Pileg nanti.

Partai yang satu akan tampil gila gilaan pada Pileg 2024, mereka punya pendatang baru yang bukan sekadar penggembira melainkan tokoh tokoh yang punya kekuatan meraih kursi.

Dari Kabgor misalnya PDIP targetkan 3 kursi dari dapil Gorontalo 2 dengan raihan suara 22 ribu.

Seperti diketahui pada Pileg 2019, Aspin Tuli mendapatkan 9 ribu suara, nah untuk 2024 nanti, PDIP punya jagoan baru, dia adalah Haji Sayuti.

Pengusaha sukses ini datang dengan kekuatan penuh, banyak hal yang akan dia gunakan untuk menggebrak dan sekarang dia sudah bergerak secara masif.

Pria yang akrab dipanggil Haji Tutty ini sangat sadar kalau dia adalah pendatang baru, karena itu dia harus bergerak dengan kekuatan dua kali lipat.

Dengan tampilnya H. Sayuti maka PDIP sangat optimis bisa tambah satu kursi dari Kabgor untuk Deprov.

seperti diketahui sekarang ini PDIP sudah punya dua kursi untuk Deprov, satu dari Dapil Gorontalo 1 atas nama Venny Anwar dan 1 lagi atas nama Alpin Tulli Gorontalo 2.

Lalu bagaimana dengan Dapil Boalemo – Pohuwato? Dari lumbung PDIP ini ditargetkan 3 kursi, karena Wahyu Muridu akan memperkuat tim PDIP untuk Deprov, pada Pileg 2019 mestinya bisa tembus 3 kursi karena suara PDIP lebih dari dua kursi.

Namun sayangnya tidak bisa 3 kursi, maka yang duduk hanya La Ode Haimudin dan Dedy Hamzah.

Namun akan berbeda dengan 2024 nanti karena putra mantan Bupati Boalemo itu juga sangat potensial karena dia sudah teruji beberapa kali di Dekab Boalemo.

Karena itu Ketua DPC PDIP Boalemo Eka Putra Noho sangat optimis dari Dapil Boalemo Pohuwato akan sumbang 3 kursi, dengan catatan jika Dedy Hamzah bisa bertahan saja dengan suara yang dirainya pada Pileg 2019 maka pekuang 3 kursi terbuka lebar.

Pada Pileg kemarin PDIP mendapatkan suara dari Boalemo sebanyak 28 ribu lebih, sementara dari Pohuwato hanya 6 ribu, andai ketika itu bisa dapat 15 ribu suara, maka PDIP 3 kursi.

” Saya optimis 3 kursi, karena PDIP punya Trio LDW, selain itu PDIP akan jadikan Pohuwo sebagai serangan, untuk Boalemo, saya optimis suara PDIP akan naik, tetapi kuncinya ada di Pohuwato, makanya Pohuwwto harus digempur habis habis habusan, agar suara di sana bisa naik, ” katanya.

Sementara dari Kota Gorontalo, PDIP juga pasang kuda kuda, karena Alifudin punya target dua kursi, dan Kota juga punya pendatang baru yang sangat kuat.

Dari catatan diatas, PDIP bisa naik satu atau dua kursi, meskipun Gorut dan Bonbol tetap
bertahan dengan hasil Pileg kemarin. Kata Kris Wartabone, dari 7 naik ke 9 itu angka yang sangat realistis,

Pada Pileg 2014 Kursi PDIP di Deprov ada 6, kalah 1 kursi dengan PAN, tetapi pada Pileg 2019, PDIP melejit pada urutan kedua setelah Golkar dengan 7 kursi atau naik satu kursi dan pada 2024 nanti PDIP targetkan 9 kursi atau naik 2 kursi.

“Kalau lalu naik 1 kursi maka nanti harus 2 kursi, hari ini harus lebih baik dari kemarin,” katanya serius.

Jika Pohuwato Boalemo 3 kursi, Kabgor 3, Kota 2 kursi lalu, Bonbol Gorut masing masing 1 kursi, maka PDIP akan tampil dengan 9 kursi di Deprov , dan target dari Ketua DPD PDIP, Kris Wartabone ini tentu sangat terukur.

Dengan tampilnya sejumlah pendatang baru yang sangat potensial. , tetapi yang pasti partai yang selalu mandiri ini akan bertahan dengan 7 kursi , kalau naik, bisa jadi 8 atau 9 kursi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan