Advertisements
  • Home
  • PROV. GORONTALO
  • SMA 2 dan SMA 4 Tidak Kalah Hebat dengan SMA 1 dan 3. Faisal : Sistem Zonasi Ganti Dengan Sistem Jarak

SMA 2 dan SMA 4 Tidak Kalah Hebat dengan SMA 1 dan 3. Faisal : Sistem Zonasi Ganti Dengan Sistem Jarak

Image
Foto : Kadis Pendidikan Provinsi Gorontalo Rusli Wahjudewey Nusi

RGOL.ID PENDIDIKAN – Selama ini hanya SMA I dan SMA 3 yang dianggap sebagai sekolah unggulan, tak heran semua siswa berebut untuk bisa sekolah di sana, sayangnya banyak yang kecewa.

lantaran adanya sistem zonasi, dan dari tahun ketahun, banyak yang protes soal sistem tersebut, karena anak anak mereka tidak lolos dari sistem zonasi itu.

Lalu muncul dugaan kalau sistem zonasi itu dimanfaatkan sebagai lahan komersial, dan isue ini terus mewarnai setiap ajaran baru, sayangnya itu tidak pernah terbukti.

Apakah di Kota Gorontalo hanya ada dua sekolah yabg dianggap sebagai sekolah unggulan? Kadis Pendidikan Provinsi Gorontalo Rusli Wahjudewey Nusi tersenyum,

Menurut dia di Kota Gorontalo tak ada sekolah unggulan, mungkin SMA 1 dan SMA 3 dianggap populer, karena siswa siswinya banyak yang berprestasi, baik itu di bidang Kesenian maupun Olahraga dan juga dibidang lainnya, seperti lomba Matematika.

Tetapi kalau soal kurikulum, SMA 2 dan SMA 4, sama dengan SMA 3 dan 1. Guru guru di SMA 4 dan SMA 2 juga guru guru yang punya kualitas yang sama.

Hanya saja dua sekolah itu memang masih kalah populer dibanding SMA 1 dam SMA 2. Tetapi Kadis Pendidikan, menjakin kalau SMA 4 dan SMA 3 tudak kalah bagus dengan SMA 1 dan SMA 3.

Tak sampai di situ, pria yang sering dipanggil Oyke berjanji akan memberikan perhatian untuk melengkapi fasilitas di dua sekolah tersebut, karena itulah salah satu cara untuk nengatasi sistem zonasi, agar semua siswa tidak hanya ingin sekolah di SMA 3 dan 1.

Apa yang dikatakan Oyke memang benar. untuk mencegah perhatian semua anak anak maka Pemprov harus membangun popularitas sekolah sekolah lainnya sehinga anak anak tidak hanya berebut untuk sekolah di SMA I dan 3.

Sistem zona ini sebenarnya sudah tepat, karena anak anak di wilayah itu harus bisa dapat sekolah yang dekat agar biaya transportasi lebih murah.

Ada 3 jalur yang disediakan SMA 3, pertama jalur Zona, kemudian jalur Afermasi dan Prestasi, tetapi kalau jalur zonasi sudah terisi semua, maka jalur prestasi tidak dibuka lagi, memang yang diprioritaskan adalah jalur zonasi.

Tetapi Faisal Hulukati berpandqlangan kalau sistem zonasi itu harus ditinjau kembali, dan diganti dengan sistem jarak, sebab dengan sistem zonasi telah menimbukan kesalahpahaman.

Contoh biawu dan Siendeng tidak masuk zona SMA 1, tetapi Ipilo masuk, meski jarak dari Ipilo ujung lebih jauh dari siendeng dan Biawu mereka tetap terterima. Makanya sebailnya menggunakan sistem jarak.

Lalu bagaimana mengukurnya, menurut Faisal akan dilihat dari alamat tempat tinggal. Jadi kata dia lagi, Pemprov tinggal menetapkan berapa km jarak dari tempat tinggal ke sekolah.

Lebih dari itu semua SMA hanya boleh menampung 26 siswa salam 1 jelas dan jumlah kelas hanya diperbolehkan 12 ruangan, tidak boleh lebih, karena akan mendapat sanksi dari pusat. ” Anggaran anggran dari pusat akan ditahan,” kata politisi PPP itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan