ads
Image Not Found
ads
  • Home
  • Politik
  • Mampukah Golkar-PPP Mengulang Sejarah?. Uji Kekuatan di Pileg, Idah Tak Sekadar Ikut Ramai

Mampukah Golkar-PPP Mengulang Sejarah?. Uji Kekuatan di Pileg, Idah Tak Sekadar Ikut Ramai

Image
Idah Syahidah. Foto :Via Instagram Idah Syahidah.

RGOL.ID GORONTALO – Idah Syahidah akan jadikan Pileg sebagai ajang uji kekuatan menghadapi Pilgub, maka langkah menuju Senayan akan dia lakukan dengan sangat serius meski yang dihadapinya nanti adalah Rachmat Gobel, Roem Kono bahkan Rusli Habibie sekalipun.

Jadi masuknya Idah dalam daftar Caleg DPR RI bukan sekadar wakil perempuan sesuai aturan pencalonan atau karena dia petahana,akan tetapi Idah adalah salah salah satu Cagub andalan Golkar, untuk itu dia perlu melakukan tes ombak di Pileg.

Seperti diketahui pada Pileg 2019, sebagai pendatang baru di dunia politik, Idah langsung lolos ke Senayan dengan dukungan suara kurang lebih 100 ribu.

Tampilan perdana istri Rusli Habibie ini cukup memukau. Memang Idah kurang diperhitungkan, tetapi seperti kata pepatah, orang yang dekat dengan tungku pasti lebih cepat panas.

Idah sudah mendampingi Rusli Habibie dalam pertarungan pertarungan politik, makanya secara tidak langsung dia sudah belajar banyak soal lika liku politik. Maka jangan heran kalau mantan birokrat ini cepat belajar tentang politik.

Sejumlah kader Golkar mengatakan, sengaja mereka memasang Idah di Pioeg agar bisa menambah daya dobrak Golkar untuk bisa meraih dua kursi.

Bayangkan betapa dahsyatnya kekuatan yang dimiliki Golkar, dengan tampilnya Rusli Habibie, Roem Kono dan Idah Syahudah.

Roem Kono sendiri kata mereka, tak mau mengulangi kesalahan yang sama pada Pileg nanti, dulu pelung mendapatkan dua kursi sangat terbuka lebar.

Tetapi Roem agak lengah, tetapi kali ini dia akan benar benar ngotot untuk merebut kembali kursi yang pernah dimilikinya.

Sekadar catatan, Roem Kono pernah gagal di Pileg, dia gagal lolos ke senayan karena kalah dengan nomor urut, padahal suaranya cukup besar.

Akhirnya yang lolos ke Senayan adalah Zainudin Amali dan Rusli Habibie.

Tetapi Roem tidak kecewa pada Pileg berikutnya dia maju lagi dan lolos, namun Golkar kehilangan 1 kursi, karena Zainudin tak maju lagi, dan kursi yang ditinggalkan Golkar diambil oleh Kasma Bokings dari Demokrat.

Sedangkan kursi yang ditinggal Soeharso tetap bisa dipertahankan oleh AW Talib, sayang PPP tak bisa mempertahankannya, sebab begitu ditinggal AW Talib tak ada kader PPP yang bisa mempertahankannya, pertanyaannya apakah PPP Gorontalo bisa menyumbang 1 kursi ke Senayan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan