ads
Image Not Found
ads
  • Home
  • Kampus
  • MENAKJUBKAN DAN TANTANGAN : ANOMALI PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN DI GORONTALO

MENAKJUBKAN DAN TANTANGAN : ANOMALI PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN DI GORONTALO

Image
Gambar : Pengangguran menyebabkan kemiskinan. Foto : Istimewa.

Oleh : Pemy Christiaan, SE., M.Si

RGOL.ID KAMPUS – Apakah yang ada dalam pikiran dan benak kita ketika mendengar kata “Pengangguran” dan “Kemiskinan” dalam suatu pembahasan ? Topik ini akan menjadi  wacana momok yang menakutkan ataukah hal tersebut menjadi sangat wajar dan biasa saja ketika yang mengalaminya adalah negara-negara berkembang seperti Indonesia karena kita tahu bahwa pengangguran dan kemiskinan merupakan momok dibanyak negara termaksud negara maju sekalipun.

Teori menyatakan bahwa “Ketika tingkat pengangguran naik, maka tingkat kemiskinan juga naik sebaliknya ketika tingkat pengangguran menurun maka kemiskinan juga ikut turun”.

Selalu ada benang merah antara pengangguran dan kemiskinan karena masyarakat yang menganggur tidak mempunyai penghasilan dan pengangguran juga dapat menimbulkan kemiskinan karena masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan primernya.

Kedua permasalah tersebut apabila tidak diatasi dapat menimbulkan kriminalitas di masyarakat.

Tidak ada seorang pun menginginkan menjadi miskin atau menganggur maka hal ini membuat banyak kalangan menginginkan percepatan dan keseriusan terhadap penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan yang terjadi.

Karena pada hakikatnya, hasil-hasil pembangunan diperuntukkan bagi mayarakat itu sendiri, termasuk rakyat miskin dan para penganggur.

Logikanya, apabila kemiskinan dan pengangguran akan dikurangi dengan drastis, tentu anggaran untuk itu pun mesti ditambah dan akan hubungan yang berbanding terbalik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Penduduk Usia Kerja (PUK) pada Februari 2023 sebanyak 910.457 orang, sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu 70,59 persen atau 642.671 orang, sisanya merupakan bukan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumah tangga, dan kegiatan lainnya).

Komposisi angkatan kerja pada Februari 2023 terdiri atas 622.929 orang penduduk yang bekerja dan 19.742 orang pengangguran. Apabila dibandingkan Februari 2022 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan dari 67,78 persen menjadi 70,59 persen.

Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,07 persen pada Februari 2023, TPT adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. (Rilis Terakhir, Berita Resmi Statistik No. 27/05/75/Th.XVII, 05 Mei 2023). 

Ketika berbicara terkait tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo tercatat mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentasenya, Badan Pusat Statstik (BPS) mencatat Jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada Maret 2023 mencapai 183,71 ribu orang, sedangkan Persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada Maret 2023 sebesar 15,15 persen.

Angka garis Kemiskinan Provinsi Gorontalo pada Maret 2023 tercatat sebesar Rp442.194,-/kapita/bulan. (Rilis Terakhir, Berita Resmi Statistik No. 36/07/75/Th. XVII, 17 Juli 2023).

Fakta masifnya jika disandingkan berdasarkan teori dan juga realita yang terjadi, sedikit berbeda dengan kenyataan yang mana menunjukkan pencapaian luar biasa dalam menekan angka pengangguran, menduduki peringkat ke-2 (dua) secara nasional dengan tingkat pengangguran yang rendah, dengan real lapangan mencerminkan Provinsi Gorontalo mempunyai angka lulusan SD, SMP dan SMA paling banyak terserap oleh dunia kerja yang hanya bergerak disektor informal, pertanian dan pekerja kasar atau buruh paruh waktu yang hanya memberikan income sedikit dengan demikian pengangguran cenderung sedikit.

Meskipun prestasi tersebut patut diancungi jempol, Provinsi Gorontalo juga mengahadapi tantangan serius, yaitu masuk dalam kategori nomor 5 (lima) daerah termiskin di Indonesia. Melihat kenyataan tersebut, timbul sebuah pemikiran bagaimana provinsi ini dapat menggabungkan keberhasilan dalam menekan angka pengangguran dengan upaya untuk mengatasi masalah kemiskinan yang ada.

Sebuah prestasi bagi Provinsi Gorontalo dalam menekan angka pengangguran bukanlah hasil yang kebetulan, secara eksplisit menunjukkan cerminan dari pertumbuhan ekonomi juga berhubungan pada beberapa faktor yang telah berkontribusi pada pencapaian ini antara lain adalah : Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang berkaitan dengan Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), dilanjutkan dengan diversifasi ekonomi dalam pengembangan beragam sektor ekonomi termaksud pertanian, perikanan, pariwisata dan sektor industri kecil dan menengah, kemudian adanya pendidikan dan pelatihan ketrampilan yang memastikan ketrampilan tersebut dibutuhkan pasar kerja, dan juga kemitraan yakni kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, sektor swasta dan LSM telah mendukung penciptaan lapangan kerja dan pengembangan usaha kecil dan menegah.

Meskipun memiliki prestasi tingkat pengangguran yang rendah, Gorontalo juga masih menghadapi tantangan dalam mengatasi masalah kemiskinan. Secara makro hal ini berkaitan dengan faktor-faktor seperti : Ketimpangan pendapatan yang signifikan dalam distribusi pendapatan karena sebagian besar pendapatan terpusat di tangan sebagian kecil populasi.

Hal lainnya adalah sebagian besar pendapatan provinsi masih berasal dari sektor sumber daya alam, yang mana rentan terhadap fluktuasi harga dan permintaan global.

Faktor lainnya, adanya ketergantungan pada alokasi anggaran pemerintah untuk medukung proyek-proyek pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

Upaya untuk mengatasi tantangan dalam mencapai keberlanjutan ekonomi yang seimbang, Gorontalo perlu menggabungkan keberhasilan dalam menekan angka pengangguran dengan upaya yang lebih fokus pada mengatasi masalah kemiskinan maka langkah-langkah yang dapat diambil meliputi beberapa hal antara lain : Pengembangan industri-industri lain yang tidak tergantung pada sumber daya alam, seperti manufaktur dan jasa, Melanjutkan investasi dalam inftrastruktur yang meningkatkan konektivitas dengan wilayah lain dan mendukung pertumbuhan ekonomi, Pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi pariwisata Gorontalo dengan berfokus pada ekowisata dan menjaga kelestarian lingkungan, Pemberdayaan komunitas dalam usaha mendorong usaha ekonomi masyarakat lokal dan koperatif serta program-program pelatihan kewirausahaan.

Provinsi Gorontalo telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam menekan angka pengangguran adalah cerminan dari pertumbuhan ekonomi yang kuat, diversifikasi ekonomi, upaya pendidikan dan pelatihan yang kuat juga kemitraan invetasi akan tetapi tantangan kemiskinan yang masih ada menuntut langkah-langkah lebih lanjut.

Dengan menggabungkan keberhasilan dalam menciptakan lapangan kerja dengan upaya untuk mengatasi masalah kemiskinan, Gorontalo memiliki potensi untuk mencapai keberlanjutan ekonomi yang lebih besar dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakatnya. 

Penulis adalah

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo

Hp: 0813 2265 4654

Alamat Desa Luwoo Kec. Telaga Jaya Kab. Gorontalo

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan