Advertisements
  • Home
  • Politik
  • Setelah 15 September Tak Bisa Lagi Menggunakan Fasilitas Negara.Hamim Bisa Dicoret Dari Daftar Caleg

Setelah 15 September Tak Bisa Lagi Menggunakan Fasilitas Negara.Hamim Bisa Dicoret Dari Daftar Caleg

Image
Gambar : Hamim Pou dan Merlan Uloly. Foto: Via Instagram Hamim Pou.

®Reporter : RAGORO

RGOL.ID GORONTALO – Sejumlah tokoh masyarakat Bonbol dan LSM minta ke Pj. Gubermur sebagai perpanjangangan tangan Pemerintah Pusat di Daerah dan Komisi 1 Deprov Gorontalo mengkonsultasikan SK pemberhentian Hamim Pou yang dinilai ada keganjilan, mereka melihat belum pernah ada SK pemberhentian seperti itu.

Yang namanya SK pemberhentian, kalau sudah diputuskan pada tanggal keluarnya SK maka saat itu pula seorang pejabat selesai masa jabatannya.

SK pemberhentian Hamim itu tertanggal 6 September, sementara dalam lampiran keputusan tertanggal 15 September, itu mestinya sejak itu, Hamim tidak bisa dan tak punya hak lagi menggunakan fasilitas negara.

Menariknya pada 20 September Hamim masih melakukan mutasi besar besaran, bukankah mutasi ini cacat hukum pasalnya Hamim sendiri sudah bukan Bupati, tentu saja mutasi ini batal.

Tidak hanya sampai di situ, langkah Hamim tersebut, bisa bisa berakibat dicoretnya dia sebagai Bacaleg. ” Dulu Roem Pagau dicoret dari daftar Cabup karena melakukan mutasi, hal yang sama bisa terjadi pada Hamim,” kata Frangki Kadir dari LSM Jaman.

Makanya kata dia, sehari dua ini sejumlah tokoh Bonbol dan juga LSM akan ke Sulut untuk berkonsultasi dengan Bawaslu Sulut.

Soal SK pemberhentian Hamim itu, memang harus diperbaiki karena ada yang janggal sebab pada poin 5 disebutkan keputusan itu mulai berlaku setelah DCT. ” SK No 100.2.1.3 . 3696 yang Ditandatangani An Dirjen Otda, Plh Sekretaris Ditjen, Suryawan Hidayat ST itu agak rancu,” katanya.

Nico Ilahude dengan sejumlah tokoh Bonbol memberikan komentar kalau SK tersebut harus diperbaiki, bukankah dalam SK tersebut tertulis, apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan bisa dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.,

Dikesempatan terpisah, sejumlah politisi di Bonbol merasa heran mengapa Hamim tidak legowo memberikan tingkat estafet pada Merlan, bukankah mereka sama sama kader Nasdem.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan