• Home
  • Politik
  • ASN Perempuan Boleh Dampingi Suami Kampanye. Uang Transpor Boleh, Politik Uang Haram

ASN Perempuan Boleh Dampingi Suami Kampanye. Uang Transpor Boleh, Politik Uang Haram

Image
Foto : Suasana saat Bimtek PAN.

®Reporter : RAGORO

RGOL.ID GORONTALO – PAN Kota gelar Bintek untuk para Caleg PAN Kota Gorontalo, baik untuk Dekot maupun untuk Deprov, acara yang berlangsung sehari di AD Center Mingu pagi. Dibuka oleh Ketua DPW PAN, Anas Yusuf.

Menghadapi Pileg 2024 Adhan nampaknya ngotot mempersiapkan partainya untuk memenangkan pertarungan, Adhan sendiri, memang akan maju di Pilwako, tetapi dia sudah memutuskan untuk maju lewat jalur independen, tetapi bukan Adhan kalau tidak menanamkan investasi pada setiap langkah politiknya.

Jadi meski nanti dia maju di Pilwako dengan jalur Independen, namun dia harus memiliki kekuatan di Dekot, makanya PAN harus bisa menambah jumlah kursi di Dekot, dan tetap harus bisa mempertahankan kursi Wakil Ketua.

Sementara untuk Deprov, semua Caleg PAN harus ngotot untuk mendapatkan suara sebanyak banyaknya, karena siapa yang berada di posisi nomor dua dalam perolehan suara, karena bisa dipastikan akan menjadi PAW Adhan Dambea, mengapa? Karena permintaan dan desakan rakyat agar yang bersangkutan maju di Pilwako.

Sebenarnya Adhan sendiri tidak perlu maju di Pileg, tetapi sebagai kader dia punya rasa tanggung jawab untuk mempertahankan 1 kursi PAN di Deprov.

Selain itu, dengan majunya Adhan akan memberikan motivasi dan spirit bagi para Caleg.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Gorontalo Sukrin Saleh Tai Menyampaikan kepada para peserta Bimtek bahwa mulai dari 4 November sampai tanggal 27 dan masa kampanya baru akan berlangsung tanggal 28.

Maka sejak tanggal 4 sampai 27 silahkan melakukan sosiasi internal, dan tidal boleh mengumpul massa, memang sulit membedakan mana sosialisasi mana kampanye, makanya selama belum masa kampanye silahkan sosialisasi, tetapi jangan kumpul kumpul massa.

Ketua Bawaslu juga mengingatkan soal politik uang , kalau memberikan uang transpor itu boleh, tetapi kalau untuk transaksi jual beli suara itu yang tidak boleh, satu hal lagi, jangan sekali kali memberi janji pribadi.

Misalnya, seorang Caleg menjanjikan kalau dia terpilih maka dia akan memberi santunan, ini tidak boleh janji itu harus menggunakan partai, contohnya begini.

Kalau nanti saya terpilih maka partai saya akan memprogramkan bantuan bantuan untuk uang duka dan beasiswa dan sebagainya. Memberikan janji secara pribadi itu sudah masuk dalam politik uang.

Demikian juga dengan ASN, mereka bisa saja hadir di tempat kampanye tetapi tidak boleh ada gerakan gerakan tambahan.

” Istri yang berstatus ANS bisa dampingi suaminya di kampanye, dia bisa memberikan dukungan pada suami, tetapi tidak boleh ikut berkampanye memakai atribup kampanye juga baju dinas, demikian juga sebaliknya dengan suami yang istrinya maju di Pileg.

Jadi seorang istri harus memberikan dukungan pada suami dan itu wajib bagi seorang istri kalau ingin masuk surga.” kilahnya.

Dalam acara itu, besaran uang transpor juga dipertanyakan , apakah 20 ribu, 50 atau 100 ribu.Ini harus jelas, jangan sampai angkanya hanya 20 ribu tetapi amplopnya ada 5.

Terakhir Sukrin Saleh Taib mengingatkan agar Caleg tidak menggunakan uang negara untuk kepentingan kampanye nya, beberapa peserta Bintek kemudian mempertanyakan bagaimana dengan dana Pokir termasuk dan dana aspirasi lainnya, baik itu DPRD maupun DPR RI, seperti prigram BSPS. Makanya Adhan menyarankan agar hal ini dikonsultasikan ke Bawaslu Pusat.

Ketika usai acara, Ketua Bawalu bergegas meninggalkan tempat acara dan tak mau menerima uang sebagai pemateri yang memang sudah disiapakan panitia.

Sementara itu Adhan mengatakan target PAN untuk Deprov dua kursi dan untuk Dekot 6 kursi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

ads
Image Not Found
Image Not Found
sosialisasi tahapan pilkada kpu bonebolango
Image Not Found
ads