• Home
  • Legislatif
  • Adhan Bilang Deprov Forlamen. AW Talib Bilang bo Stroke Ringan

Adhan Bilang Deprov Forlamen. AW Talib Bilang bo Stroke Ringan

Image
Foto : Adhan Dambea dan AW Talib.

®Reporter : RAGORO

RGOL.ID DEPROV –Adhan kembali berteriak soal sejumlah proyek di Provinsi Gorontalo yang mangkrak, mulai dari jalan Iluta Potanga sampai pada pembangunan Masjid Raya.

Kata Adhan Dambea Deprov sudah forlamen, alias strok, pasalnya kata dia lagi selama ini Deprov tidak peduli terhadap hal hal yang sangat merugikan daerah.

Lihat saja jalan Iluta Potanga, sejak 2016 sampai sejarang ini tidak pernah selesai, bayangkan jalan ini pertama dianggarkan sebesar 16 M lalu pada 2022 anggarannya ditambah lagi 22 M juga tidak selesai dan akhirnya putus kontrak pada posisi 40 persen.

” 30 Oktober saya kesana dalam rangka reses, kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Memang kasus jalan Iluta ini sudah ditangani Kejagung dan saya akan berkirim surat lagi ke Kejaksaan Agung untuk mengingatkan penanganan kasus tersebut,” katanya.

Selain itu Adhan juga bicara soal Islamic Center, sampai sekarang ini belum ada tanda tanda kegiatan pembangunannya padahal Pemprov sudah membebaskan lahan seluas 5000 meter sementara yang dibutuhkan 13 ribu hektare.

Adhan juga mengungatkan Pemprov harus membentuk panitia pembangunan Masjid, bukan diserahkan kepada yayasan.

Jadi kata Adhan pembangunan Masjid Raya jangan diserahkan pada yayasan, karena Masjid ini dibangun dengan dana hibah dari provinsi, nantinya Masjid akan jadi milik yayasan yang dipimpin oleh Zainydin Hasan, lucunya lagi dia juga menjadi Ketua Panitia.

Selain itu Adhan juga mepertanyakan dana sebesar 4 M yang berasal dari sumbangan para pegawai. “Saya sudah minta pada pak Hamid Kuna untuk mengundang pihak yayasan tetapi sampai sekarang ini belum juga dilaksanakan,” katanya.

Terakhir Adhan juga menyoroti soal proyek Tanggidaa dan juga Gor. Dari kasus kasus yang ada itulah Adhan mengatakan kalau Deprov so Forlamen, karena selama ini teman temannya di sana seperti menutup mata sebelah.

Lalu apa kata Ketua Komisi 1Deprov soal itu, dihubungi secara terpisah tadi mengakui apa yang dikatakan Adhan ada benarnya, tetapi bukan berati Deprov tutup mata, sebab dalam selama ini Deprov selalu menyoroti semua permasalahan yang ada.

Bahkan dalam RDP Dewan selalu mengeluarkan rekomendasi, sayangnya kata AW Talib Deprov tidak punya kewenangan untuk mengeksekusi, jadi kata mantan Aleg DPR RI itu eksekusi itu ada di eksekutif. ” Betul kata pak AD kalau Deprov Forlamen, tetapi bo ringan,” kilahnya.

Sebenarnya masih banyak masalah yang seharusnya diselesaikan Pemprov, mulau dari pekuburan, lahan bandara seluas 8 hektare yang digugat rakyat, dan Pemda kalah berperkara, kalau itu sampai dieksekusi maka bandara akan di tutup. Hegitu juga dengan Poligon dan aset aset Pemprov.

AW Talib juga menyinggung soal Islamic Center, dia mengaku sangat kaget karena Penjagub Hamka Hendra Noer mengeluarkan SK kepada salah satu yayasan untuk menangani pembangunan Islamic Center. “Ini tidak boleh, Islamic Center harus ditangani Panitia, sama dengan yang dilakukan oleh Pak Medy ketika membangun Masjid Agung.

Semuanya dilaksanakan oleh panitia, maka ketika sekesai tetap menjadi milik pemerintah, apakah itu dananya dari sumbangan rakyat atau dari pemerintah, tetapi kalau yayasan maka akan dikuasai oleh yayasan maka SK yang dikekuarkan oleh PJ Gubernur Hamka itu harus ditarik kembali, ” katanya.

AW memberikan apresiasi pada AD karena apa yang dikatakannya adalah positif. Makanya kedepan Deprov harus lebih keras lagi menekan Pemprov untuk mengeksekusi rekomendasi Deprov.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

ads
Image Not Found
Image Not Found
sosialisasi tahapan pilkada kpu bonebolango
Image Not Found
ads