Advertisements

Atiolo Te Kapolda Uti. Jangan Sampai Batu Hitam Meledak

Image
Foto : Adhan saat menyerap aspirasi masyarakat.

®Reporter : RAGORO

RGOL.ID GORONTALO – Ternyata Kapolda tidak seburuk yang disangkakan, buktinya sejumlah penambang Batu Hitam malah memuji Kapolda yang sesungguhnya mau membela rakyat.

Bahkan Kapolda sempat bertanya apakah tak ada pengusaha asal Gorontalo yang bisa menangani Batu Hitam ini.

Terus terang nanti Kapolda ini yang tidak bikin pos pos di daerah pertambangan. “Pak Kapolda ini sesungguhnya membela kepentingan rakyat, namun beliau ingin semuanya lewat aturan,” kata salah seorang pengurus Koprasi yang bergerak di bidang pertambangan.

Karena kalau lewat Koprasi ada PAD dan kalau Ditangani oleh Koprasi maka pemerintah bisa mengontrol kegiatan Koprasi.

Dari pertemuan sejumlah LSM dan juga penambang dengan Aleg Deprov dari Komisi 1 Adhan Dambea malam tadi, mereka minta untuk bertemu Komisi 1 secara resmi lewat RDP.

Kepada para penambang Adhan memberi petunjuk kepada para penambang untuk menyurat ke Deprov.

Mereka menggantungkan harapan pada Adhan untuk membantu. Untuk itu mantan Walikota ini akan memperjuangkan aspirasi para penambang.

Kondisi ekonomi Gorontalo benar benar mati , bayangkan pertanian merayap, perikanan juga begitu, mau harap kelapa, semuanya sudah tua.

Masyarakat benar benar tinggal berharap pada pertambangan, jadi kata Adhan Batu Hitam ini patut diberikan izin agar rakyat punya penghasilan, mereka bisa ke mall mereka bisa ke cafe dan belanja di mana mana, dengan begitu ekonomi Gorontalo bisa tumbuh.

Sebagai intermeso dalam pertemuan itu, Adhan minta pihak kepolisian memberi perhatian penanganan korupsi, jangan cuma fokus pada pertambangan.

Terakhir mereka mengingatkan kalau persoalan batu hutam ini tidak diselesaikan maka buntutnya akan lebih dahsyad dari Pohuwato.

Mereka juga menyampaikan kalau Kapolda punya niat baik, karena itu rakyat akan mendukungnya.

Tetapi kalau pemerintah mengabaikan maka persoalan ini akan meledak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan