• Home
  • Gorontalo
  • Lapas Kelas IIA Gorontalo Netral, Program Penyuluhan Bantuan Hukum Murni Profesional

Lapas Kelas IIA Gorontalo Netral, Program Penyuluhan Bantuan Hukum Murni Profesional

Image

RGOL.ID, GORONTALO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Gorontalo terus memaksimalkan berbagai program dalam rangka memperkuat peran lembaga dalam memaksimalkan pelayanan kepada warga binaan.

Salah satu program yang dilaksanakan oleh Lapas Gorontalo yakni penyuluhan bantuan hukum kepada warga binaan bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Gorontalo (UG).

Di mana kegiatan tersebut menghadirkan pemateri yakni Prof. Dr. H. Rustam Akilie. Kegiatan penyuluhan bantuan hukum ini kemudian mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Namun demikian, pihak Lapas sedikit memberikan klarifikasi terhadap berita yang sudah beredar di masyarakat, terkait dengan kegiatan itu.

Dimana dalam pemberitaan tersebut sempat menyentil partai politik dan calon presiden, sementara dari Lapas Gorontalo sendiri tidak pernah bicara tentang parpol atau capres.

Dan dikhawatirkan berita itu akan memunculkan penggiringan opini seolah-olah Lapas Gorontalo sudah berpolitik.

Sehingga itulah, Kasi Banadik Lapas Kelas IIA Gorontalo, Kasdin, langsung melakukan klarifikasi terhadap media yang menerbitkan berita itu dan hasilnya, bahwa itu adalah improvisasi dari media tersebut dan sumbernya bukan dari pihak Lapas.

Karena menurut Kasdin, kegiatan penyuluhan bantuan hukum itu hanya menghadirkan pemateri yang profesional di bidangnya.

Memang kata Kasdin, disela sela diskusi ada permintaan warga binaan untuk dibangunkan Bilik Asmara. Maka permintaan warga binaan ini kemudian disahuti oleh pemateri yang akan membawa aspirasi warga binaan ini kepada Rachmat Gobel bukan dalam kapasitas sebagai partai politik, tetapi sebagai wakil Gorontalo di senayan yang juga Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel untuk diperjuangkan di pemerintah pusat.

“kalaupun ada aspirasi warga binaan yang kemudian akan disampaikan kepada wakil ketua DPR RI, Rachmat Gobel, maka itu wajib disupport dan berharap Rahmat Gobel sebagai wakil Ketua DPR RI bisa memperjuangkan aspirasi warga binaan ini melalui kebijakan-kebijakannya di DPR RI,” harap Kasdin.

Sehingga itu, terkait dengan adanya pemberitaan kegiatan penyuluhan hukum di Lapas kelas IIA Gorontalo yang di dalamnya menyebutkan partai politik dan calon presiden, maka tentunya itu bukan berasal dari Lapas, tetapi itu adalah improvisasi dari media yang menerbitkan berita tersebut.

Karena menurut Kasdin, setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Lapas termasuk bekerja sama dengan pihak luar, tentunya terlebih dahulu disaring untuk mencegah jangan sampai kegiatan-kegiatan tersebut  berafiliasi dengan partai politik atau Capres.

Sekali lagi kata Kasdin, kegiatan penyuluhan bantuan hukum di Lapas Kelas IIA Gorontalo itu, murni kegiatan secara profesional kelembagaan, dan tidak bicara partai politik ataupun dukung mendukung dalam pencapresan.

Dan pada kegiatan penyuluhan itu juga tidak pernah mengarahkan atau memberikan harapan untuk memilih salah satu partai politik atau calon presiden.

Karena kegiatan penyuluhan itu adalah murni edukasi untuk warga binaan dan murni kegiatan profesional kelembagaan Lapas kerjasama dan LBH UG.

“sebagai lembaga negara, tentunya Lapas Kelas IIA Gorontalo selalu menjaga sikap netral, independen, dan tidak memihak kepada salah satu partai politik atau salah satu pasangan calon presiden,” tutur Kasdin. (rls/LaAwal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

ads
Image Not Found
Image Not Found
sosialisasi tahapan pilkada kpu bonebolango
Image Not Found
ads