Advertisements
  • Home
  • Legislatif
  • Anti Korupsi Harus Jadi Budaya di Desa TabongoTimur.Pemprov Jangan Gengsi Belajar

Anti Korupsi Harus Jadi Budaya di Desa TabongoTimur.Pemprov Jangan Gengsi Belajar

Image
Foto : Adhan saat mengunjungi Tabongo.

RGOL.ID (GORONTALO) -Keberhasilan Desa Tabongo (Tatim) meraih penghargaan dari KPK, tidak saja hanya contoh untuk desa desa lainnya tetapi juga untuk Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Adhan juga melontarkan kritikan tajam pada BPK yang menurutnya ikut punya andil pada terjadinya korupsi. Contoh kata Adhan lagi, 5 tahu dia jadi walikota tak pernah dapat WTP, gara gara persoalan aset.

Tetapi tetapi Pemprov yang persoalan asetnya tidak beres beres, tetapi terus dapat WTP, bahkan kata dia ada pengelolaan keuangannya tidak beres juga masih dapat WTP.

Coba kalau BPK tegas dan ketat pada hasil penilaiannya terhadap pengelolaan keuangan daerah. ” Pokoknya yang ada kesalahan sedikitpun tidak boleh dapaf WAT,” kata Adhan

Dulu kata dia lagi, selama 5 tahun Kota Gorontako tidak pernah dapat WTP, tetapi dia dapat penghargaan dari KPK.

Makanya ketika bertemu dengan remaja Karang Taruna Desa Tabongo Timur yang sedang melaksanakan kegiatan di Aula Kantor Desa.

Adhan berpesan pada mereka untuk terus mempertahankan nama harum Desa mereka. ” Budaya anti korupsi ini sudah harus ditanamkan pada generasi muda,” katanya.

Satu hal lagi, kata Adhan hindari miras, Desa Tabongo akan semakin Hebat, kalau bebas korupsi dan miras serta narkoba.

Adhan mengatakan dia sangat bangga karena bisa menyabet penghargaan dari KPK dan ketika penghargaan itu diberikan dia dan Ahok yang mewakili Gubernur DKI Jokowi mendapat tempat duduk paling depan.

Kepada Kades Adhan menyampaikan keinginannya menghadirkan pemerintah desa dan Karang Taruna untuk hadir pada Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember nanti.

Sekali lagi, salut untuk Tatim, dan semua desa termasuk Pemprov untuk jangan malu malu belahar di Tabongo Timur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan