• Home
  • Gorontalo
  • Tersangka dan Ditahan Melanggar UU Darurat, Jeslin Cs Terancam 10 Tahun Penjara

Tersangka dan Ditahan Melanggar UU Darurat, Jeslin Cs Terancam 10 Tahun Penjara

Image

RGOL.ID, GORONTALO – Keributan antar penambang kembali terjadi di wilayah pertambangan Suwawa.

Meskipun memakan dua korban luka-luka, namun pertikaian yang terjadi antar dua kubu yakni kubu JU alias Jeslin melawan dua orang pekerja tambang itu tidak sempat melebar dan cepat ditangani oleh Sat Reskrim Polres Bone Bolango.

Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Muhammad Arianto, saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa pada hari sabtu (2/12/2023), pihaknya menerima laporan terkait adanya keributan dua kubu di wilayah pertambangan Suwawa Timur.

Usai menerima laporan, Kasat Reskrim bersama anggota langsung bergerak ke lokasi, tapi sudah tidak mendapati kejadian, hanya saja sudah ada korban yang luka dan saat itu juga ditangani di Puskesmas yang ada di wilayah Tulabolo.

Nah, untuk mengantisipasi terjadinya keributan susulan, maka Kasat Reskrim bersama anggota melakukan sweeping barang tajam di jembatan penyeberangan, tepatnya dekat pasar Tulabolo.

“dari hasil sweeping, kami mendapati 7 orang yang 3 diantaranya, termasuk JU alias Jeslin membawa senjata tajam berupa badik 3 buah dan satu buah parang atau lilang yang peruntukannya tidak untuk berkebun,” ujarnya.

Akhirnya, ketujuh orang inipun langsung digiring ke Mapolres Bone Bolango untuk dilalukan penyelidikan awal.

Selanjutnya, tim penyidik Polres Bone Bolango bekerja cepat melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan meminta keterangan ahli pidana, serta dilakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka.

Arianto mengaku penyelidikan kasus barang tajam ini sudah memenuhi unsur. Sehingga itu, pihaknya menerbitkan LP model A, dimana JU dan dua orang lainnya memenuhi unsur melanggar Undang-Undang Darurat pasal 2 ayat 1.

“JU dan dua orang lainnya sudah kami tetapkan sebagai tersangka, dimana ketiganya langsung dilakukan penahanan di Mapolres Bone Bolango dan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegas Muhammad Arianto.

Sementara itu, sesuai penjelasan Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, bahwa kronologis keributan yang terjadi antara dua kubu itu berawal dari JU yang mengadu ke Polres Bone Bolango bahwa lubang tambang miliknya sudah dikuasai oleh seseorang berinisial H.

Usai menerima aduan JU, Kasat Reskrim langsung melakukan penyelidikan dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk memanggil H. Namun dari hasil penyelidikan, ternyata ada proses transaksi jual beli lubang tambang tersebut.

Dimana JU sudah menjual lubang tersebut kepada H senilai Rp150 juta berikut lengkap dengan kwitansi bermaterai yang ditanda tangani JU sebagai bukti pembayaran. Namun terakhir, JU mengaku di kwitansi itu bukan tanda tangannya.

Sehingga itu, Kasat Reskrim menyarankan kepada JU untuk membuat laporan polisi terkait dengan pemalsuan tanda tangan.

Tapi kenyataannya, hingga saat ini, Jeslin sendiri tidak pernah membuat laporan polisi terkait pemalsuan tanda tangan.

Terakhir kata Kasat Reskrim, pada hari sabtu itulah, terinformasi Jeslin mengambil inisiatif sendiri mengumpulkan massa lebih kurang 30 orang dan mendatangi lubang tambang milik H.

Sesampainya di lubang tambang itu, Jeslin Cs sempat melakukan keributan namun masih bisa diredam dan dilakukan mediasi, hingga akhirnya Jeslin dan orang-orangnya bersedia kembali ke perkampungan di Tulabolo.

Namun saat akan pulang itulah, Jeslin Cs di duga merampas hasil galian (rep) milik pekerja tambang.

Tak terima hasil galiannya dirampas, pemilik rep langsung mencegat Jeslin Cs dan meminta rep itu dikembalikan, hingga akhirnya terjadi perkelahian.

“kami pastikan bahwa yang sudah hampir selesai penanganannya adalah kasus UU Darurat atau LP model A yang segera kami rampungkan sesuai SOP,” tegas Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Muhammad Arianto.

Sementara itu, beberapa sumber yang sempat ditemui awak media ini, meminta agar pengusutan dan penyidikan kasus dengan tersangka Jeslin Cs dilakukan secara transparansi sesuai kaidah hukum yang berlaku  dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. (awl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan