Advertisements
  • Home
  • Politik
  • Setelah Moloopu Selesai Sudah Perdebatan Adat untuk Kepala Daerah Perempuan.Merlan Persembahkan Kursi Bupati Bonbol untuk Perempuan Gorontalo

Setelah Moloopu Selesai Sudah Perdebatan Adat untuk Kepala Daerah Perempuan.Merlan Persembahkan Kursi Bupati Bonbol untuk Perempuan Gorontalo

Image
Foto : Momen Merlan Uloly saat melakukan prosesi Adat.

®Reporter : RAGORO

RGOL.ID (Bonebol) – Ada 5 Pemangku Adat yang dari 5 Daerah Adat di Gorontalo yang terlibat dalam prosesi Adat Moloopu Bupati Bonbol, DR. Merlan Uloly, itu artinya perdebatan politik soal adat Gorontalo yang katanya tidak membolehkan perempuan jadi Kepala Daerah sudah selesai.

Buktinya pada acara Moloopu itu Merlan sudah diterima secara adat untuk memimpin Bonbol sebagai Bupsti. Kehadiran 5 Pemangku Adat dari Duo Limopohalaa hadir membuktikan kalau tidak benar Adat Gorontalo itu mengungkung wanita untuk tidak bisa jadi Kepala Daerah.

Merlan bisa jadi Kepala Daerah sudah merupakan jalan jalan Allah, tidak penting apakah itu lewat pemilihan atau PAW. Meski hanya sehari sejarah sudah mencatat Merlan adalah Bupati perempuan pertama di Gorobtalo.

Sebenarnya ini bukan jalan untuk Merlan, melainkan untuk perempuan Gorontalo. Merlan adalah anak kunci untuk membuka pintu masuk bagi perempuan perempuan Gorontalo untuk menjadi Kepala Daerah.

Tanggal 15 Januari 2024 kemarin adalah bebasnya perempuan dari kungkungan adat yang diciptakan kalangan politisi untuk menjegal langkah perempuan menuju kursi Kepala Daerah.

Untuk semua itu Merlan meminta dukungan perempuan terhadap Misinya bertarung di Pilkada. ” Ini bukan hanya untuk kepentingan saya pribadi, tetapi untuk seluruh perempuan Gorontalo.

Jika ibu ibu ingin banyak kaum perempuan Gorontalo bisa jadi Bupati, Walikota dan Gubernur maka sekarang saatnya, kalau tidak sekarang maka jangan harap perempuan bisa keluar dari lingkaran adat yang dibuat oleh politisi untuk membatasi gerak kaum wanita di panggung politik Gorontalo, ” kata Merlan.

Merlan sendiri begitu ketakutan sekaligus sangat bangga mendengar sumpah adat yang dibacakan pada acara Moloopu itu.

Dia tak menyangka kalau dalam sumpah itu sang pemimpin diingatkan secara keras untuk tidak melakukan hal hal yang buruk, termasuk korupsi.

Air, tanah, Angin, rakyat adalah milik mu, maka jagalah dengan baik, jangan pernah tidak amanah karena hukuman itu pasti datang. Mendengar kalimat sumpah itu Merlan sampai menitipkan air mata.

Pada acara Moloopu kemarin semuanya berjalan lancar, banyak yang ingin menyaksikan prosesi itu, sebab ini pertama kalinya Moloopu untuk Kepala Daerah perempuan, ternyata tidak ada yang bertabrakan dengan adat maupun dengan agama.

Panggung tempat acara tidak campur dengan laki laki, perempuan sendiri laki laki sendiri. Memang ada perbedaan ketika Merlan di Moloopu sebagai Wakil Bupati dengan dia sebagai Bupati, dulu hahya ada 1 Pemangku Adat, mungkin karena dia hanya Wakil Bupati, tetapi kemarin ada 5 Pemangku Adat dari 5 daerah yang ada di Gorontalo.

Setelah mulai bekerja sebagai Bupati kemarin, banyak sekali tokoh perempuan yang bertamu, dan kantor Bupati Bonbol nampak mulai bergairah.

Ada yang menarik, kalau selama ini pintu masuk ke Kantor Bupati lewat pintu kedua, maka mulai kemarin sudah lewat pintu pertama, hal ini tidak ada hubungannya dengan Fengshui melainkan soal penataan saja. Ini soal kerapian saja, makanya harus dimulai dari hal hal yang paling kecil.

Ditanya soal Pilkada, Merlan tersenyum, lalu mengatakan, sebagai kader partai dia harus fokus dulu di Pileg dan sebagai Bupati dia harus ekstra kerja keras untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan