Advertisements
  • Home
  • Legislatif
  • Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Butuh Pengamanan Abrasi Pantai

Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Butuh Pengamanan Abrasi Pantai

Image

RGOL.ID (DEPROV) – Masyarakat di sejumlah desa di wilayah pesisir selatan dari kabupaten Gorontalo, seperti di kecamatan Batudaa Pantai dan Biluhu Cs, sangat mengharapkan adanya dukungan pemerintah, baik pusat, provinsi maupun pemerintah Kabupaten Gorontalo (Kabgor).

Untuk saling bersinergi mengupayakan pembangunan pengaman abrasi pantai atau tanggul pemecah dan penahan ombak, di wilayah tersebut.

Karena, dari masa reses yang dilakoni anggota tim daerah pemilihan (dapil) III Kabgor A, Sitti Nurayin Sompie, yang plus dilakukan peninjauan lapangan atas aspirasi yang disampaikan pemerintah desa dan masyarakat setempat, seperti di desa Lamu kecamatan Batudaa Pantai.

Didapati bahwa, sama sekali belum ada pembangunan tanggul pemecah ombak di desa yang 85 persen masyarakat-nya, menggantungkan hidup sebagai nelayan atau dari hasil perikanan dan kelautan di pesisir selatan dari wilayah kabupaten Gorontalo itu.

“Bahkan, di setiap tahunnya, baik musim timur maupun musim barat, ada saja rumah-rumah yang rusak, karena diterjang ombak. Dan banyak pihak, mulai dari pemerintah kabupaten sampai dengan kunjungan anggota DPRD provinsi lainnya, sudah sejak beberapa tahun lalu, kami sampaikan aspirasi akan kebutuhan tanggul tersebut, namun belum terwujud hingga saat ini (kemarin, red),” ungkap Sekertaris Desa Lamu, dan para warga, saat mendampingi Sitti Nurayin, melihat langsung aspirasi yang begitu mendesak, akan kebutuhan tanggul pemecah ombak tersebut.

Menyikapi aspirasi ini, srikandi partai Gerindra itu, akan segera menyampaikan temuannya ke jajaran Deprov Gorontalo, seperti melalui Badan Anggaran (Banggar), hingga berkoordinasi dengan lintas instansi terkait, guna beroleh tindaklanjutnya.

“Dalam artian, karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, minimal aspirasi akan pembuatan tanggul pengaman dari abrasi pantai di pesisir selatan dari kabupaten Gorontalo itu, dilakukan program dan penganggarannya secara bertahap di setiap tahunnya,” jelas Wakil Ketua Komisi I Deprov itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan