Advertisements
  • Home
  • Politik
  • Petani, Nelayan dan Penambang Obrak Abrik di Panggung Politik

Petani, Nelayan dan Penambang Obrak Abrik di Panggung Politik

Image
Foto : TPS 02 Kelurahan Molosipat U Jalan Ampi.

®Reporter : RAGORO

RGOL.ID (GORONTALO) – Jangan anggap remeh petani dan nelayan, buktinya banyak Caleg yang terpilih pada Pileg kemarin adalah Nelayan dan Petani, demikian pula dengan penambang.

Makanya kalau ingin jadi Aleg jadilah petani dan nelayan. Sepak terjang para petani dan nelayan pada Pileg kali ini sungguh mengejutkan mereka bahkan mampu menumbangkan petahana.

Tidak hanya petani dan nelayan, melainkan juga penambang mereka juga tampil hebat, bahkan usia mereka masih muda muda, bahkan ada yang baru berusia 25 tahun.

” Ini baru bilang, Buaya dikadalin, rakyat benar benar mengerjain para politisi. Pileg kali ini benar bebar panen raya bagi rakyat,” Katanya.

Semua orang mengakui kalau Pileg kali ini adalah Pileg paling buruk dan menakutkan, dulu politisi mencari siapa yang akan dijadikan sasaran serangan Fajar, tetapi sekarang justeru warga yang datang menyerang para Caleg dan mereka berkunjung dari rumah kerumah seperti malam lebaran untuk menjemput
Jakati.

Itulah sebabnya pada Pileg kali ini, Money Politik bukan lagi sesuatu yang tahu dan terlarang, karena sudah terang terangan. ” Sedang patung dorang mo siram,” begitu cerita sejumlah Aleg yang tersingkir pada Pileg kali ini.

Para Aleg ini hanya bisa menggeleng, karena pada Pileg kali ini, rakyat tidak hanya main satu kali, tetapi mereka main kaki seribu.

Semua Caleg mereka lahap, jadi tidak usah simpan di hati, karena lebih rugi, mending anggap sedekah saja.

Rakyat tidak melihat siapa yang basiram lebih banyak, semua mereka ambil dan siapa yang akan mereka tergantung siapa yang mereka ingat. Jadi yang menang itu sudah ada campur tangan Allah, maka tidak perlu diproses lagi,

Jadi pada Pileg kali ini semua melakukan serang jantung, istilah baru dari Money Politik, jangankan baru niat yang sudah terang terangan melakukan money politik toh tidak gubris Panwas, buktinya paket 250 sampai 350 ribu, sampai bebas disebar pada pemilih, dan tidak ada satupun yang tertangkap tangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan