Advertisements

RG Ingin Jual Lombongo dengan Dolar

Image
Foto : Rachmad Gobel saat meninjau lokasi Lombongo.

®Reporter : RAGORO

RGOL.ID (GORONTALO) – Rachmad Gobel memasukan kedua tangannya ke saku celana.
Ada rasa kecewa yang terpancar pada wajah Wakil Ketua DPR RI itu.

Tetapi bukan Rachmad Gobel kalau hanyut dalam kekecewaan, dia malah berpikir keras bagaimana menata Lombongo sehingga bisa dijual dengan harga mahal.

Berkali kali dia menggelengkan kepala, ada rasa sesal tetapi ada juga kekaguman luar biasa pada keindahan obyek wisata air panas yang dibungkus hutan.

“Mahal ini,” katanya berkali kali dengan suara lirih, lalu berjalan melihat satu persatu bangunan yang ada di sana.

Lombongo memang indah, udaranya bersih, dengan hutan hutan yang hijau royo royo, inilah yang membuat RG betah berlama lama di sana sambil berkali kali menelpon ke Jakarta.

Memang bangunan bangunan tempat mandi sauna, kolam renang dan lainnya sama sekali tidak punya sentuhan seni sehinga fasilitas yang ada di sana tidak lebih dari benda mati. Sama sekali tidak punya daya tarik dan daya jual. Buktinya anggaran 9 M lebih dari dana PEN tidak menghasilkan apa apa, kecuali 4 juta pada hati Minggu, kalah jauh dengan PAD Danau Perintis.

Jadi benar kata Rachmad Gobel, kalau Lombongo salah desain dan salah konsep. Makanya kata dia Lombongo itu harus dirombak total, baru akan jadi wisata air panas kelas dunia.

Rachmad dengan cita rasa yang tinggi dan pengalaman manaca negara tentu sudah tahu bagaimana menjadikan Lombongo dengan harga jual yang tinggi.

“Kurang Lebih 50 M untuk membangun Lombongo, tetapi kita harus hitung betul berapa dolar yang bisa dihasilkan,” kata Rachmad.

Harus bangun hotel bintang 4 dengan air panas didalamnya, hotelnya akan didesain agar tamu tamu yang datang bisa tetap melihat hutan dari dalam.

” Ya semua ini tugas Bupati berikutnya, ” kata Rachmad seraya melirik ke Bupati Merlan Uloly.

Sebelum ke Lombongo Rachmad meninjau proyek Normalisi Sungai Ilangata di Gorut, yang sudah 8 tahun mengalirkan pasir ke sawah sawah yang ada di sana.

Rachmad rela berjalan di bawah terik matahari melewati pematang sawah yang sangat luas, untuk melihat langsung masalah yang dihadapi para petani.

Rupanya Rachmad mulai menikmati dunia barunya, bayangkan orang yang dulunya
selalu berjalan di atas karpet tebal dengan sepatu yang telapaknya selalu bersih, sekarang dia harus ke pematang sawah, ke sungai dan ke tempat tempat kumuh meski harus jalan kaki.

Senin kemarin, seharian penuh Rachmad yang didampingi Budi Doku dan Aril yang merupakan orang dekatnya meninjau beberapa daerah. Dia sepertinya harus secepat mungkin memperjuangkan anggaran, mumpung Menteri PUPR masih Basuki “beliu ini orang baik dan bersih, kita tidak tahu apakah nanti masih beliu yang menteri, makanya kita harus kebut sekarang mumpung beliu masih menteri,” kata RG.

Setelah itu RG pun telepon Menteri untuk menyampaikan kalau pekerjaan reklamasi sungai Ilangata sudah berlangsung sekaligus menyampaikan terima kasih karena telah memperhatikan Gorontalo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan