Advertisements
Hari Ini

    Demo Pressure Dugaan Pelanggaran Pemilu VM Kembali Digelar

    Image

    ®Reporter : Tuken

    RGOL.ID (KABGOR) – Sekumpulan massa kembali mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Gorontalo, untuk mempressure kembali dugaan

    pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan oleh caleg terpilih dengan inisial VM, Rabu (27/03/24)

    Massa yang menamakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Demokrasi melalui Koordinator lapangan Misran Male meminta penjelasan kembali pihak Bawaslu Kabupaten Gorontalo terkait laporan tersebut.

    ” Kedatangan kami di kantor Bawaslu ini untuk meminta penjelasan kembali terkait dugaan laporan itu beberapa waktu lalu,” ucap Misran.

    Kata Misran, sebagaimana bukti yang mereka miliki, bahwa oknum VM dalam vidio tersebut diduga sementara melakukan evaluasi terhadap timnya yang dilakukan sebelum pelaksanaan hari pemungutan suara.

    ” Jelas dalam vidio yang sudah diserahkan ke pihak Bawaslu, vidio tersebut mempertontonkan bahwa oknum VM sementara mengevaluasi hasil serangan fajar,” kata misran.

    Bahkan, Misran tegas mengatakan, vidio tersebut didukung dengan adanya bukti-bukti foto timnya VM.

    ” Selain bukti Vidio evaluasi, pelapor juga sudah menyerahkan bukti dukungan berupa foto penyerahan uang ke masyarakat yang diduga dilakukan sebelum hari pencoblosan,” urai Misran.

    Ditempat yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Wahyudin M. Akili memberikan tanggapan terkait tuntutan masa aksi.

    ” Pertama benar bahwa laporan tersebut masuk di Bawaslu Kabupaten Gorontalo, dan sudah di tindaklanjuti,” ungkap Wahyudin.

    ” Bahkan, saat kami menerima laporan tersebut, kami memberikan kesempatan kepada pelapor agar memperbaiki laporannya. Namun, setelah kami mengkaji bahwa laporan tersebut tidak memenuhi unsur formilnya,” lanjut Wahyudin.

    Tak hanya itu, Bawaslu menjadikan laporan tersebut sebagai informasi awal. Dan pihak Bawaslu telah membentuk tim penelusuran yang diketuai langsung oleh dirinya (red_wahyudin),” imbuh Wahyudin.

    “Jadi, saya ketua timnya. Dan kami sudah melakukan penelusuran. Bahkan kami menemukan fakta-fakta yang diduga tidak sesuai dengan laporan,” ungkap Wahyudin.

    Disamping itu juga, ketika masa aksi mendatangi Bawaslu Provinsi Gorontalo, untuk mempertanyakan apakah bukti yang dimiliki oleh pelapor merupakan pelanggaran pidana pemilu atau tidak. Pihak Bawaslu Provinsi Gorontalo tidak memberikan tanggapan melainkan bahwa mereka akan mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Gorontalo.

    ” Jadi begini, kami akan agendakan untuk datang ke Bawaslu Kabgor. Nanti kami kroscek langsung terkait laporan ini,” tutup Moh. Fadjri Arsad yang didapingi oleh Lismawi Ibrahim. (*)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Tinggalkan Balasan