Advertisements

Jangan Menjual Mitos

Image

®Reporter : RAGORO 

RGOL.ID (GORONTALO) – Jangan tanya siapa nenek moyangku, tetapi tanyalah siapa saya dan apakah bermanfaat untuk orang lain. Sayidina Ali.

Maka kata Agung Mozin jangan menjual mitos, karena mitos itu mudah dipatahkan oleh orang-orang terdidik apalagi di era digital yang sangat terbuka, begitu mudah mengkonfirmasi semua hal yang sulit dicerna oleh akal sehat dan kewarasan publik. Maka hati-hati membangun citra dengan mitos

Siapa kakeknya, siapa ayahnya dan siapa pamannya itu penting tapi tidak cukup, semua nama besar harus mampu dirasionalisasikan untuk menjawab kebutuhan publik atau warga seperti janji para pendiri provinsi Gorontalo dulu, mensejahterakan masyarakat, jika gagal merasionalisasikan nama besar maka akan menjadi kontra produktif alias merugikan kandidat.

Artinya menjadi Gubernur tugasnya mensejahterakan Gorontalo atau bisakah Gorontalo keluar dari 5 besar Provinsi termiskin.

Apa yang dikatakan Agung Mozin itu benar, bagaimana seorang Gubernur mengelola anggaran satu T itu untuk menurunkan angka kemiskinan yang berada diangka 15 persen, tentu itu tidak cukup maka harus mempunyai kemampuan lain bagaimana menggerakkan sektor swasta dalam memacu pertumbuhan

Ini belum lagi menghadapi para bupati dan walikota yang juga punya program sendiri. Apalagi kalau hubungan Gubernur dan Bupati tidak akrab ini persoalan klasik yang selalu mewarnai hubungan Pemprov dan Pemkab serta Pemkot.

Maka seorang Gubernur haruslah mempunyai keunggulan komparatif dari semua tokoh yang ada di jajaran pemerintahan, agar mendapatkan pengakuan dan penghormatan dan bisa menjadi tokoh yang karismatik, dimata para Bupati dan Walikota, Misalnya Rachmad Gobel, atau Zainudin Amali, selain isi kepalanya bagus isi tasnya juga bagus.

Setidaknya seorang Gubernur kelasnya harus satu tingkat diatas Bupati dan Walikota pokoknya harus memiliki kelebihan dari para Bupati dan Walikota, ini belum lagi menghadapi DPRD.

Maka seorang calon Gubernur sudah harus menunjukan kemampuan lobi lobi untuk merangkul Ketua Ketua Partai, ini

Seorang Gubernur harus punya seni memimpin para birokrat, memiliki para birokrat ini punya kesulitan tersendiri. Maka jika seorang Gubernur tidak cukup kuat dan cakap, maka pemerintahannya memang ada wujudnya, tetapi tawar tanpa makna.

Tetapi di mata seorang Amoz panggilan akrab politisi nasional asal Gorontalo itu, orang orang muda di perantauan seperti Rama Datau dan Andika Monoarfa, , mereka orang muda yang potensial yang perlu diuji kesungguhannya

Selain orang orang muda itu ada juga tokoh senior seperti Tonny Uloli yang juga positif di mata Agung Mozin.

Itu artinya Amoz menganggap mereka kader kader yang bisa menjadi Gubernur, karena Agung sangat tahu rekam jejak mereka terutama Rama dan juga Tonny. “Saya berikan apresiasi setinggi tingginya pada putra putra Gorontalo di perantauan yang akan maju di Pilgub,” katanya.

Soal Zainudin Amali, menurut Agung sepertinya Sulit baginya untuk maju di Pilgub, karena tokoh yang satu ini memiliki multi akses di tingkat nasional, makanya Gubernur adalah pilihan terakhir karena Gubernur Gorontalo tidak strategis bagi karir mereka di tingkat nasional. Jadi kalau Zainudin mau maju di Pilgub, itu artinya dia sudah masuk kotak.

Tidak hanya Zainudin, tetapi Agung juga sangat yakin kalau Rachmad Gobel juga tidak akan maju di Dipilgub, banyak faktor yang membuat RG tak mungkin mau maju di Pilgub, tokoh kita yang satu ini adalah aset nasional, baik itu dalam dunia politik maupun bisnis, sekali lagi, apapun alasannya, Gubernur adalah pilihan terakhir. Jadi yang namanya RG, Zainudin Amali, Suharso Monoarfa adalah aset aset kita di tingkat nasional, jadi jangan berharap banyak pada mereka, panggung mereka ada di tingkat nasional.

Boleh jadi itulah sebabnya mereka mendorong yunior yuniornya menjadi Gubernur Gorontalo.

Tapi boleh juga nama-nama besamantan menteri ini disebut hanya untuk sekedar menaikan harga posisi Gubernur Gorontalo naik atau semakin bergengsi walaupun itu tidak menarik buat mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan