Advertisements
  • Home
  • Gorontalo
  • Menyalahi Ijin Tinggal, Empat WNA Sri Lanka Dideportasi

Menyalahi Ijin Tinggal, Empat WNA Sri Lanka Dideportasi

Image
Oplus_131072

RGOL.ID, GORONTALO – Operasi gabungan dari TIMPORA Provinsi Gorontalo telah mengamankan empat warga negara Sri Lanka di Desa Balayo, Kabupaten Pohuwato, Kamis (22/2/2024).

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Gorontalo, Friece Sumolang, saat konferensi pers, Kamis (14/3/2024) menyatakan, operasi dari TIMPORA Provinsi Gorontalo telah mengamankan empat warga negara Sri Lanka di lokasi penambangan emas.

Adapun kronologis penangkapan yakni pada hari Rabu (21/2/2024), empat WNA tersebut datang melihat lahan penambangan dan melihat proses pertambangan emas secara tradisional.

Dan pada keesokan harinya, keempat WNA ini kembali lagi ke lokasi pertambangan emas tersebut, sehingga masyarakat disitu menginformasikan kepada tim pengawasan orang asing Provinsi Gorontalo yang kebetulan telah merencanakan untuk melaksanakan operasi gabungan di Kabupaten Pohuwato.

Setelah memperoleh keterangan awal, Ketua Tim Pengawasan Orang Asing Tingkat Provinsi Gorontalo mengamankan dokumen perjalanan berupa paspor keempat WNA tersebut dan memerintahkan mereka untuk menghadap ke seksi intelijen dan penindakan keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo.

“tanggal 26 Februari 2024, para terduga diambil keterangannya di kantor Imigrasi kelas I TPI Gorontalo, analisis keempat orang tersebut telah melanggar peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian, dimana mereka melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukan izin tinggal dan melakukan pelanggaran atau tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Atas pelanggaran yang mereka lakukan itu, maka keempat WNA itu dicabut izin tinggal dan dideportasi.

“keberadaan mereka di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) untuk melihat proses penambangan emas tradisional merupakan kegiatan yang tidak sesuai peruntukan izin tinggalnya,” tuturnya. (awl/fadhila)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan