Advertisements
  • Home
  • Gorontalo
  • Dicurigai Ada Permainan Tidak Beres di Pelabuhan Anggrek. 

Dicurigai Ada Permainan Tidak Beres di Pelabuhan Anggrek. 

Image

Reporter : RAGORO

RGOL.ID (GORONTALO) – Diterangai ada permainan tidak beres yang dilakukan seorang oknum yang mengaku sebagai Kepala Cabang dari Perusahaan Pelayaran dengan inisial PT TIL, padahal perusahaan itu tidak punya cabang di Gorontalo.

Tidak diketahui apakah praktik yang dilakukan oknum tersebut diketahui oleh pihak PT TIL atau tidak namun yang pasti ada dana Freight kapal sebesar 3.500. 000 perkontriner dari Pelabuhan Anggrek ke Jakarta masuk ke rekening Ekspedisi milik AH yaitu JPT. PT. KJB.

Selain itu ada juga biaya tambahan atau LSS/FAF sebesar Rp. 1300 per konteiner, namun semua biaya Ini masuk ke rekening pribadi oknum AH lewat Bank Mandiri.

“Biaya Freight sebesar Rp. 3500 ribu masuk ke rekening PT. KJB sementara biaya tambahan 1300 ribu semuanya diminta dikirim ke rekening pribadi AH di Bank Mandiri ,” cerita seorang pengusaha yang disampaikan pada Anggota Komisi I Deprov yang juga Ketua SPSI Gorontalo Adhan Dambea.

Mestinya kata dia lagi para pengusaha harus membayar biaya Freight dan biaya tambahan ke PT. TIL, namun ternyata para pengusaha diminta untuk mentransfer biaya tambahan ke rekening Bank Mandiri milik oknum yang mengaku sebagai Kepala Cabang dari PT. TIL tersebut.

Dari perbincangan sejumlah pengusaha yang berlangsung tadi malam itu, terungkap kalau dana yang masuk jumlahnya puluhan Milyar, karena ada banyak perusahaan jagung yang harus membayar biaya tambahan tadi. Bayangkan baru satu perusahaan sudah Milyaran.

Dari sini para pengusaha ini menduga adanyanya kecurangan kecurangan karena ada dana yang masuk dalam rekening pribadi dari oknum AH tersebut. Jadi ada dana

Freight sebesar Rp. 3500 ribu masuk ke Rekening PT. KJB dan biaya tambahan sebesar Rp. 1300 ribu untuk satu kontener masuk ke rekening pribadi AH.

Bayangkan untuk satu pengusaha jagung saja yang selama ini menggunakan jasa perusahaan pelayaran itu, sudah membayar milyaran rupiah pada perusahaan tersebut, ini belum dari beberapa pengusaha jagung lainnya

Sekali lagi PT TIL itu tidak punya cabang di Gorontalo, yang ada hanya agen, dan oknum tersebut menggunakan nama besar perusahaan pelayaran itu untuk kepentingan pribadinya.

Sementara itu Adhan Dambea meminta kepada para pengusaha itu untuk mengirim surat resmi ke Deprov terkait persoalan. Itu, “Berdasarkan itu kami dari Komisi 1 akan memanggi pihak terkait,” katanya.

Adhan juga meminta data data dari pihak perusahaan. Soal itu kata salah seorang pengusaha mengatakan akan menyerahkan ke Komisi I. ” Ada satu Konteiner pa torang pak,” kilahnya berkelakar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan