Advertisements
  • Home
  • Gorontalo
  • PT. AGIT Diminta Segera Menetapkan Struktur Tarif di Pelabuhan Anggrek

PT. AGIT Diminta Segera Menetapkan Struktur Tarif di Pelabuhan Anggrek

Image
Oplus_131072

RGOL.ID, GORONTALO – Ternyata banyak persoalan di pelabuhan Anggrek yang perlu perhatian serius Pemprov dan juga Komisi I Deprov.

Setidaknya ada 3 persoalan yang mulai muncul kepermukaan, diantaranya tidak adanya struktur tarif.

Untuk itulah, Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) yang beroperasi di Pelabuhan Anggrek mempertanyakan mengapa ada dua struktur tarif TCH yang berbeda antara PT. Tanto Intim Line dengan PT. Meratus Line.

Selain itu adalah nasib 26 perusahaan JPT yang mengais rezeki di pelabuhan Anggrek, jika tidak dibina oleh Pemprov, maka mereka ini tergusur oleh Perusahaan dari luar.

Itu bisa terjadi kalau terjadi monopoli di pelabuhan, karena perusahaan pelayaran bisa memainkan tarif, dimana untuk perusahaan JPT tertentu mereka beri tarif lebih tinggi, sementara yang perusahaan JPT yang punya hubungan dengan mereka diberi tarif khusus yang lebih murah.

Untuk itulah pihak Dewan Pengurus Wilayah ALFI/ILFA Gorontalo secara resmi mengirim surat kepada pihak PT. AGIT.

Surat yang ditanda tangani Ketua Umum ALFI /ILFA Gorontalo, Mohamad Jefry Isa, meminta PT. AGIT selaku BUP di Pelabuhan Anggrek agar kiranya segera menyusun persetujuan penyusunan tarif, mengingat adanya tarif yang berbeda diantara perusahaan pelayaran.

Menurut Jefry, jika di Pelabuhan Gorontalo, Pelindo sudah bersepakat untuk struktur tarif, maka di Anggrek agak amburadul karena PT. AGIT belum punya struktur tarif tadi.

Memang untuk menentukan struktur tarif ini tidak mudah dan juga tidak boleh sembarangan karena harus dihitung rinci dengan harga barang yang ada di pasaran.

Bahkan sampai harga besar harus dihitung karena dari situlah menghitung berapa sesungguhnya tarif yang harus dibayarkan kepada perusahaan pelayaran, seperti PT. Tanto dan PT. Meratus.

Perlu diketahui, kalau di PT. Tanto tarifnya Rp.1.490.000, sementara di meratus Rp.1.190.000, sambil menunjukan bukti bukti bukti pembayaran di Meratus berupa kwitansi bahkan sampai bukti pajak.

Disinggung soal PT. KJB, dimana ada dana yang disetorkan ke JPT tersebut, Jefry dan sejumlah pengusaha yang menikmati wedang Jahe dan ubi rebus di Grand Q Hotel hanya tersenyum, sambil mengisyaratkan ada yang tak beres dalam angka angka yang masuk pada rekening perusahaan tersebut dan juga ke rekening AH. “ini bukti kwitansinya,” kata seorang pengusaha jagung sambil memberikan Copy bukti pembayaran.

Dari pembicaraan yang berlangsung tadi malam itu mereka juga menilai ada persoalan lain yang berhubungan dengan pajak.

Sementara itu, AH sendiri tetap tidak mau berkomentar soal itu. Dia kembali menyarankan agar mengkonfirmasi kepada sumber beritanya. Soal surat ALFI ILFA tanya langsung ke PT AGIT karena sudah ada balasan dari PT AGIT.

“sesuai penyampaian kami ke Bapak sebelumnya, mohon konfirmasi ke pihak sumber beritanya dan ke PT AGIT,” katanya. (awl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan