Advertisements
abd karim aljufrie

BBM Jenis Solar Mulai Krisis, Deprov Gelar RDP

Image
Foto : Venny Anwar Komisi ll Deprov. (Dok/Humas Deprov).

Reporter : JAZZDAY

RGOL.ID (DEPROV) – Bahan Bakar Minyak jenis Solar mulai mengalami krisis di Provinsi Gorontalo, masyarakat mulai resah dengan minimnya solar dan parahnya lagi mereka harus antri begitu panjang untuk mendapatkannya.

Penyebabnya, semata kian berkembangnya geliat ekonomi dari sektor jasa transportasi dengan beragam produksi, untuk diangkut dengan kenderaan berbahan bakar solar.

Tak heran, hal ini, kembali menuai perhatian dari jajaran Komisi II DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo. Dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja-nya terkait, seperti dari PT. Pertamina, Senin (27/5) kemarin.

Hasilnya, jajaran komisi yang membidangi urusan Ekonomi dan Keuangan ini, sepakat untuk mengusulkan kepada Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo yang baru, Rudy Salahuddin. Agar mengajukan penambahan jatah atau kuota BBM jenis solar dari Pertamina Pusat ke wilayah Gorontalo.

Dari biasa-nya, 8.000 Kilo Liter (KL) per Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), menjadi 9,000 atau 10,000 KL di setiap SPBU.

“Usulan penambahan jatah atau kuota BBM seperti untuk jenis solar ini, hanya bisa dilakukan oleh kepala daerah ke Pertamina pusat. Karena, dari RDP kita (Komisi II) bersama Sales Area Pertamina Gorontalo, tadi (kemarin, red) kewenangan mereka hanya sampai pada pendistribusian. Tidak berwenang mengusulkan (penambahan kuota),” jelas Ketua Komisi II Deprov, Venny Rosdiana Anwar didampingi Sekertaris Komisi II Deprov, Wasito Somawiyono, usai RDP tersebut.

“Kami berharap, bapak Penjagub dapat segera menindaklanjuti hal ini. Karena, pada tahun sebelumnya, usulan yang sama, sudah pernah kami sampaikan,” terang Venny Anwar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan