Advertisements
abd karim aljufrie
  • Home
  • Gorontalo
  • FIS UNG Gelar Seminar Nasional Etika Konten dan Penyiaran Media Sosial

FIS UNG Gelar Seminar Nasional Etika Konten dan Penyiaran Media Sosial

Image
Oplus_131072

RGOL.ID, (GORONTALO) – Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar seminar nasional ‘Etika Konten dan Penyiaran di Media Sosial’, Rabu (22/5/2024).

Kegiatan seminar nasional dengan moderator Sekertaris Jurusan Komunikasi UNG, Abdul Wahab Thomas, berlangsung aula FIS UNG tersebut membuka akses kerja sama antara Jurusan Komunikasi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo.

Seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pada praktisi media dan pengguna media sosial akan pentingnya menjaga etika dalam menyebarkan konten di dunia digital.

Dekan FIS UNG, Prof. Dr. Zuchri Abdussamsad memberikan apresiasi kepada Jurusan Komunikasi yang karena telah banyak berkontribusi dan memberi manfaat untuk pengembangan fakultas.

“saya sangat berterima kasih kepada teman-teman Jurusan Komunikasi, karena sejauh ini telah banyak mengambil kesempatan untuk Indikator Kinerja Utama (IKU), sehingga kita konsisten bisa mencapai akreditasi unggul,” ungkap Zuchri.

Sementara itu, dalam seminar ini, Wakil Ketua KPI Pusat, Mohammad Reza, menjelaskan regulasi KPI, diantaranya Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2005, tentang Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Swasta.

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2005, tentang Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Komunitas.

Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2005, tentang Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Berlangganan dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2005, tentang Penyelenggaraan Lembaga Publik.

“ruang lingkup penyiaran berdasarkan undang-undang yaitu Radio dan TV, sedangkan media baru belum masuk tanggung jawab KPI,” ucapnya.

Reza menyampaikan lingkup pengawasan KPI Pusat yaitu, pemantauan dengan menggunakan dua metode, pemantauan langsung dan pengaduan masyarakat, termasuk juga pembagian kewenangan antara KPI pusat dan daerah, literasi dan masyarakat harus kritis terhadap tayangan atau konten.

Sementara itu, Ketua AMSI Gorontalo, Verrianto Madjowa, selaku pembanding dalam seminar itu mengatakan, orang-orang yang hanya berkomentar dengan membaca berbagai informasi dan tayang di media sosial itu bukan konten kreator, akan tetapi komentator konten.

Selanjutnya, Ryan Gobel, seorang konten kreator yang sukses mengusulkan adanya kurikulum penyiaran bagi mahasiswa.

Usulan inipun mendapat sambutan baik dari KPI, AMSI Gorontalo dan Jurusan Komunikasi UNG. (awl/fadhila)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

iklan kpu prov
Klik gambar untuk berita selengkapnya
ads pps siakba
Klik gambar untuk berita selengkapnya
iklan tahapan pilkada kpu bonebolango
Klik gambar untuk berita selengkapnya
Iklan KPU Provinsi
Klik gambar untuk berita selengkapnya
ads
dictionary Baca cable Terkait trending_up Trend format_indent_decrease Terkini dynamic_feed Lainnya