Advertisements
abd karim aljufrie
  • Home
  • Hukum
  • Gong Pilwako Mulai Ditabuh. Dua Calon Independen Mulai Berselisih

Gong Pilwako Mulai Ditabuh. Dua Calon Independen Mulai Berselisih

Image

Reporter : RAGORO

RGOL.ID (GORONTALO) – Gong Pilwako Mulai Ditabuh, Suhu Politik Mulai Memanas. Dua Kubu Calon Independen mulai terjadi gesekan, ini dipicu oleh adanya semacam pembajakan dukungan KTP yang diduga dilakukan oleh Ketua Tim salah satu Calon Walikota dari Independen.

Itulah sebabnya, LSM Walihua resmi melapor ke Bawaslu terkait memalsukan , memasukkan dan menggunakan surat dukungan sejumlah nama dengan cara ilegal.

Dalam kasus tersebut, LSM Waluhua melaporkan nama Nursalam Karim karena diduga telah memalsukan, memasukkan dan menggunakan surat dukungan dari nama-nama tersebut dibawah ini secara ilegal (memalsukan tanda tangan) dan dimasukan ke Sistim Informasi Pencalonan Calon Perseorangan pada tanggal 10 Mei 2024 sekitar Pukul 09.30 Wita dan digunakan saat pendaftaran Calon Perseorangan di KPU Kota Gorontalo.

Berikut Kronologis Peristiwa. 1. Bahwa pada tanggal 11 Mei 2024, Rahmawati Umar ditemui oleh Tim yang diketuai oleh Terlapor dan meminta tolong agar Ishak Umar, Nona Pasue, Mohammad Ishak Umar, Mohammad Ikwan Umar dan Rahmawati Umar yang beralamat di Kelurahan Tenda agar menandatangani Surat Dukungan kepada bakal Calon Walikota atas nama Ramli Anwar.

Lalu Rahmawati Umar diminta agar menandatangani keempat nama diatas, maklum karena diminta, terpaksa Rahmawati melakukan apa yang diminta oleh TIM karena menurut Tim bisa mewakili saja tanda tangannya.

Menariknya Rahmawati beserta orang tuanya Ishak Umar sudah menyatakan mereka
semua mendukung Adhan Dambea .

“Vidio pengajuan Rahmawati Umar sudah kami lampirkan pada laporan kami ke Bawaslu,” kata Rauf Abdul Ajiz SH.

Menurut dia lagi peristiwa ini terjadi sehari setelah terlapor memasukkan surat dukungan ke KPU Kota Gorontalo. Permintaan tanda tangan dalam surat dukungan kepada Ishak Umar menjadi petunjuk bahwa KTP Ishak Umar dan tanda tangan Ishak Umar telah digunakan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Rahmawati juga tidak tahu menahu dari mana Foto Copi KTP mereka yang sudah ditempelkan oleh TIM dalam surat dukungan.

Sementara pada tanggal 12 Mei 2024, Saudari Yusna Yusuf yang berlamat di Kelurahan Molosifat W. ditemui oleh TIM yang diketuai oleh Nursalam Karim, mereka meminta informasi alamat sejumlah nama diantaranya saudari Rahmawati Nani, Tune Rauf dan Romi Jepu dengan membawa surat dukungan untuk dimintakan persetujuan dari nama-nama tersebut, mereka datang sekedar memastikan apakah nama-nama tersebut mendukung Calon Ramli Anwar dan Ana Abdulhamid atau tidak.

Saudari Yusna Yusuf diperlihatkan nama-nama dalam surat dukungan tersebut. Setelah itu saudari Yusna Yusuf menemukan nama surat dukungan TUNE RAUF yang beralamat di Kelurahan Molosifat W. RW 01/RT 01 kepada Bakal Calon Walikota RAMLI ANWAR.

Padahal sepengetahuan yang bersangkutan, Bapak Tune Rauf pada Desember 2023 telah memberikan dukungan kepada salah satu calon perseorangan untuk bakal calon Walikota Gorontalo atas nama Hi. ADHAN DAMBEA.

Bahkan Bapak TUNE RAUF telah mendatangi Posko Calon Walikota Adhan Dambea dan Indra Gobel pada tanggal 13 Mei 2024 Pukul 19.30 Wita setelah mendapatkan informasi dari Yusna Yusuf bahwa namanya
sudah dicatut oleh bakal calon Walikota lain dan menyatakan dengan sungguh sungguh bahwa yang bersangkutan tidak pernah menanda tangani surat dukungan kepada siapapun kecuali kepada bakal calon Walikota H. ADHAN DAMBEA.

Selanjutnya TIM yang diketuai oleh saudara Nursalam Karim selaku terlapor, sangat menyadari bahwa KPU akan melakukan verifikasi atas nama-nama pendukung masing-masing pasangan calon perseorangan ke masing-masing yang bersangkutan secara sensus.

Bahwa untuk menghindari temuan KPU atas penandatanganan dan penggunangan KTP tanpa sepengetahuan yang bersangkutan (Pidana), maka terlapor meminta agar tim mencari orang-orang tersebut diatas untuk dimintai tanda tangan yang bersangkutan.

” Saya menyampaikan laporan ini sesuai dengan Keputusan KPU Nomor 532 Tahun 2024 Tentang Pedoman Teknis Pemenuhan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Serta Walikota Dan Wakil Walikota Tahun 2024, dinyatakan bahwa masyarakat dapat menyampaikan tanggapan atas proses pencalonan calon perseorangan.

Berhubung nama-nama yang berusaha ditemui oleh TIM yang diketuai oleh saudara terlapor dan dimintai tanda tangan yang bersangkutan pasca pemasukan surat dukungan calon independen, maka LSM kami menduga bahwa ada sejumlah surat dukungan yang dimasukkan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Oleh karena itu kami menyampaikan tanggapan dalam bentuk dugaan tindak pidana tanda tangan palsu dalam sebagian dukungan warga kepada calon atas nama Ramli Anwar.” katanya.

Sistim informasi pencalonan tidak dapat mendeteksi surat dukungan apakah ditanda tangani atau tidak ditanda tangani, dan atau tidak dapat mendeteksi bahwa surat dukungan ditanda tangani oleh orang lain.

Atas dasar pertimbangan2 dan kejadian diatas, kami dari LSM Walihua melaporkan dugaan tanda tangan palsu yang dilakukan oleh Tim yang dipimpin oleh saudara Nursalam Karim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

iklan kpu prov
Klik gambar untuk berita selengkapnya
ads pps siakba
Klik gambar untuk berita selengkapnya
iklan tahapan pilkada kpu bonebolango
Klik gambar untuk berita selengkapnya
Iklan KPU Provinsi
Klik gambar untuk berita selengkapnya
ads
dictionary Baca cable Terkait trending_up Trend format_indent_decrease Terkini dynamic_feed Lainnya